the Journal

Archive for the ‘Opini’ Category

Dana Haji

leave a comment »


Beberapa tahun lalu saya mencari informasi mengenai dana setoran haji ke beberapa bank di Banda Aceh. Rencananya tabungan itu akan saya pakai untuk menghajikan kedua orang tua saya. Di bank setelah dijelaskan mengenai setoran awal dan masa tunggu (kalau tidak salah ketika itu menunggu 5 tahun) ada satu pertanyaan saya selalu saya tanyakan, “apa manfaat saya meletakkan dana haji saya di bank ini?”. Jawaban pihak bank semuanya seragam bahwa saya akan mendapatkan jatah kursi pada lima tahun mendatang.
 
Ketika saya kejar mengenai manfaat lainnya seperti bagi hasil atau bunga, semua bank seperti sepakat untuk tidak memberikannya. Kalkulasi cepat saya ketika itu adalah satu orang calon jamaah haji harus menyetorkan dana sebesar 15 juta rupiah untuk mendapatkan kursi. Kalau dikalikan satu juta orang saja pada tahun yang sama, maka pihak bank akan mendapatkan dana segar sebesar 15 trilyun rupiah. Apakah dana sebesar ini akan mengendap di bank? Mustahil.
 
Kalau dana 15 juta itu dimasukkan ke deposito, setelah dipotong pajak dan dana lainnya misalkan persentase bunga atau bagi hasil tersisa 3% setelah pajak dan biaya lainnya itu, kalau dirupiahkan menjadi 450 ribu rupiah pertahun. Itu status uang dari satu orang, bagaimana dengan satu juta orang?
 
Apalagi ketika itu saya juga telah membaca bahwa dana haji digunakan untuk membeli sukuk. Lalu kemana uang bunga atau bagi hasil dari sukuk?
 
Saya membayangkan alangkah enaknya kalau dana bagi hasil atau bunga dari uang dana haji itu bisa dikembalikan beberapa persen kepada jamaah pemilik. Alangkah bermanfaatnya uang tersebut. Entah untuk sedekah atau menambah uang belanja di rumah yang ditinggalkan. Saya membayangkan orang-orang kurang mampu yang menabung uangnya bertahun-tahun untuk naik haji akan sangat gembira ketika dikabarkan bahwa mereka hanya perlu menambah beberapa juta rupiah lagi saja karena ada dana bagi hasil atau bunga dari uang yang telah mereka simpan di tabungan haji tersebut.
Untuk mengelola uang bunga atau bagi hasil dari dana haji itu tentu saja diperlukan orang-orang yang sangat amanah. Sayangnya orang-orang ini termasuk dalam kategori sangat langka pada tahun-tahun belakangan ini. Indikasi dari kelangkaan ini adalah maraknya korupsi di berbagai kalangan bahkan hingga ke pejabat yang sebelum menduduki jabatan itu disumpah menggunakan nama Tuhan. Kalau sumpah dengan nama Tuhan saja masih dilanggar lalu sumpah yang seperti apa akan kita percaya?

Written by syahmins

Juli 31, 2017 at 11:03

Ditulis dalam Opini

Dalil Menolak Berita Bohong (Hoax) di Dalam Islam

leave a comment »


Merebaknya berbagai berita bohong atau lebih dikenal dengan istilah dalam Bahasa Inggris dengan hoax sudah sampai pada taraf yang sangat mengganggu. Mengenai pengertian dan contoh dari berita bohong ini silahkan cari dengan menggunakan berbagai macam fasilitas pencari yang tersedia di Internet.

Sebenarnya apa saja dalil-dalil di dalam Islam yang menolak keberadaan berita bohong ini? Berikut adalah beberapa dalil terkait dengan penolakan Islam terhadap berita bohong.

Sumber dari Al Quran

  • Surat Al Alaq ayat 1 – 5 dengan jelas memerintahkan manusia untuk membaca. Jadi semua berita dan informasi yang kita dapatkan harus dibaca dan dipahami kebenarannya.
  • Surat Al Hujurat ayat 6 yang kira-kira artinya adalah “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
  • Surat An Nur ayat 12 yang kira-kira artinya adalah “Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang² mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.”
  • Surat An Nur ayat 15 yang kira-kira artinya adalah “(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yg tidak kamu ketahui sedikit juga & kamu menganggapnya suatu yg ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.”
  • Surat An Nur ayat 16 yang kira-kira artinya adalah “Alangkah baiknya ketika kamu mendengar berita itu kamu kata­kan saja: Tidak sepatutnya kami membicarakan berita bohong ini. Amat Suci Engkau ya Tuhan, berita ini adalah bohong besar belaka !
  • Surat Al Isra ayat 36 yang kira-kira artinya adalah “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung-jawabannya”.
  • Surat Al Qalam ayat 10-13 yang kira-kira artinya adalah “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian-kemari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, yang kaku kasar, selain dari itu yang terkenal kejahatannya.”

Sumber dari hadis

  • Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah senang pada kalian tiga hal, dan benci pada kalian tiga hal. 1) Allah senang pada kalian bahwa kalian menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. 2) Allah senang bahwa kalian semua berpegang teguh kepada tali Allah,dan 3) Allah senang kalian tidak bercerai-berai. Dan Allah benci kepada kalian tiga hal. 1) Allah benci pada kalian “Katanya dan katanya”, 2) Allah benci kalian banyak bertanya (yang tidak diamalkan), dan 3) Allah benci kalian menyia-nyiakan harta”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1340]
  • “Cukuplah seseorang itu dikatakan sebagai pendusta jika ia mengatakan setiap hal yang dia dengar”. [HR. Muslim No. 4482]
  • “Barang siapa yang berkata tentangku yang tidak pernah aku katakan, maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka [HR. Abu Daud no. 3166]
  • Dari ‘Isa bin Dinar, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami ayahku, bahwa ia mendengar Al-Harits bin Dlirar Al-Khuza’iy berkata : Saya datang kepada Rasulullah SAW, lalu beliau mengajakku untuk masuk Islam, maka aku pun masuk Islam dan mengikrarkannya. Kemudian beliau mengajakku untuk mengeluarkan zakat, maka aku pun mengikrarkannya. Dan saya pun berkata, “Wahai Rasulullah, saya akan pulang kepada kaumku untuk mengajak mereka masuk Islam dan menunaikan zakat. Maka barangsiapa yang menyambut panggilan da’wahku, aku akan mengumpulkan zakat yang dikeluarkannya, lalu Rasulullah SAW bisa mengutus seorang utusan untuk waktu yang telah ditentukan demikian dan demikian untuk mengambil zakat yang telah saya kumpulkan. Ketika Al-Harits telah mengumpulkan zakat dari orang yang menyambut panggilan da’wahnya, dan telah sampai waktu yang disepakatinya dengan Rasulullah SAW untuk mengutus utusannya, ternyata utusan tersebut tidak datang kepadanya. Kemudian Al-Harits mengira bahwa telah terjadi kemurkaan Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, maka Al-Harits pun mengumpulkan para hartawan dari kaumnya, lalu ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah menentukan suatu waktu untuk mengirim utusan kepadaku untuk mengambil zakat yang telah aku kumpulkan, dan Rasulullah SAW tidak pernah menyelisihi janjinya. Dan aku mengira bahwa tidak datangnya utusan beliau itu adalah pertanda dari kemurkaan beliau. Maka sekarang berangkatlah kalian, kita akan datang kepada Rasulullah SAW.Dan Rasulullah SAW telah mengutus Al-Walid bin ‘Uqbah kepada Al-Harits untuk mengambil zakat yang telah dikumpulkan oleh Al-Harits. Tetapi setelah Al-Walid berangkat, di tengah perjalanan ia merasa takut (karena di masa Jahiliyyah telah terjadi permusuhan antara dia dengan kaum tersebut), lalu ia kembali. Kemudian Al-Walid menghadap Rasulullah SAW dan berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya Al-Harits telah menolakku untuk mengambil zakat dan bahkan akan membunuhku”. Maka Rasulullah SAW lalu mengirim rombongan untuk menemui Al-Harits

    Padahal Al-Harits dan rombongannya telah berangkat ke Madinah untuk menghadap Nabi SAW. Ketika utusan Rasulullah SAW sampai di luar Madinah, Al-Harits bertemu dengan mereka, lalu mereka berkata, “Inikah Al-Harits ?”. Maka setelah Al-Harits mendekati mereka, lalu ia bertanya, “Kepada siapakah kalian diutus ?”. Mereka menjawab, “Kepadamu”. Al-Harits bertanya lagi, “Kenapa ?”. Mereka menjawab, “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah mengirim Al-Walid bin ‘Uqbah kepadamu, lalu dia mengatakan bahwa kamu telah menolaknya untuk mengambil zakat, bahkan kamu akan membunuhnya”. Maka Al-Harits berkata, “Tidak, demi Allah yang mengutus Muhammad dengan membawa kebenaran, sesungguhnya kami sama sekali tidak melihatnya, bahkan dia tidak datang kepadaku”.

    Setelah Al-Harits menghadap Rasulullah SAW, beliau bersabda kepada Al-Harits, “Wahai Al-Harits, mengapa kamu menahan zakat dan akan membunuh utusanku ?”. Lalu Al-Harits menjawab, “Tidak, demi Allah yang mengutus engkau dengan membawa kebenaran, saya tidak melihatnya dan dia tidak datang kepadaku. Bahkan kami tidak datang ke sini melainkan karena utusan Rasulullah SAW tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, dan saya takut bahwa itu pertanda kemurkaan Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya (kepada kami)”. (Perawi berkata), lalu turunlah ayat dalam QS. Al-Hujuraat (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu mushibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan yang sebenarnya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”…..hingga “sebagai karunia dan ni’mat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. Al-Hujuraat : 6-8). [HR. Ahmad juz 6, hal. 396, no. 18486]

Masih berani membagi berita sembarangan?

#jagajempol

Written by syahmins

Januari 19, 2017 at 00:35

Setelah Demo Akbar 4 November, Lalu Apa?

leave a comment »


Lima hari sudah berlalu dari sebuah pertunjukan demonstrasi akbar pada tanggal 4 November 2016 yang lalu. Kapolri sudah berjanji untuk menuntaskan kasus hukum Ahok yang dituding menistakan agama Islam terkait dengan Al Maidah ayat 51. Pengumpul massa juga sudah mulai menyiapkan aksi lainnya jika dalam dua minggu kasus ini tidak tuntas. Lantas apa langkah selanjutnya? Bagaimana jika hasil pemeriksaan menyatakan Ahok tidak bersalah?

Pertanyaan di atas, karena itu tetap akan menghasilkan pro dan kontra. Untuk yang pro mungkin akan mengatakan bahwa pemerintah (dalam hal ini kepolisian) sudah bekerja sesuai dengan janji mereka, sedangkan untuk yang kontra akan mengatakan bahwa apapun alasannya maka Ahok tetap harus dinyatakan bersalah, diturunkan dari jabatannya serta atasannya (yaitu presiden) juga harus diturunkan.

Mari kita abaikan sejenak mengenai pro dan kontra itu. Mari kita renungkan beberapa hal berikut:

  1. Jika aksi kemarin bisa dilanjutkan dalam bentuk lain, maka alangkah besar faedah yang dapat dirasakan umat manusia di Indonesia. Misalnya para penggalang massa dan massa mereka bersepakat mengumpulkan dana untuk dijadikan modal bergulir, akan berapa banyak orang miskin (terutama Islam) yang akan terangkat dari kemiskinan. Tentu saja pengelolaan uang harus dibentuk sebuah lembaga berbadan hukum serta dikelola oleh orang-orang terpercaya dan sistemnya dibuat setransparan mungkin.

    Bukankah dalam sebuah hadis dikatakan bahwa kemiskinan itu dekat sekali jaraknya dengan kekufuran? Jadi logika sederhana saya, mengentaskan kemiskinan sama dengan mengangkat derajat keimanan seseorang.

  2. Jika aksi kemarin itu bisa dilanjutkan dengan aksi kepada para koruptor atau tersangka kriminal lainnya yang mengenakan atribut Islam ketika mereka ditahan maka itu akan semakin baik. Sadar atau tidak, ketika para tersangka itu mengenakan atribut Islam dan tersenyum di depan kamera maka mereka seolah berkata bahwa tindakan mereka didasari oleh keimanan mereka pada Islam. Sayangnya banyak yang tidak sadar dengan hal ini.
  3. Jika aksi kemarin bisa dilanjutkan dengan aksi cinta lingkungan maka selesailah segala permasalahan di bumi Indonesia ini. Buang sampah sembarangan, sampah menumpuk di sungai, kebakaran hutan, penebangan liar dan masalah lingkungan lain akan selesai. Bukankah manusia diturunkan ke bumi untuk menjadi khalifah? Salah satu tugas khalifah tentu saja menjaga alam tempat tinggalnya. Al A’raf ayat 56 jelas menyatakan (kira-kira kalau dialihbahasakan) “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
  4. Bagian terpenting dari kelanjutan aksi kemarin adalah menyetop aksi cocokologi dengan menggunakan ayat-ayat Quran atau hadis serta dalil lainnya. Mengetik 4JJI atau 411 dan berharap orang lain membaca sebagai Allah itu adalah salah satu hal yang harus dihentikan. Kemudian yang juga banyak beredar sepanjang demo kemarin adalah 4+11+20+16=51 Al Maidah. Cocokologi tingkat tinggi. Kenapa harus dipisah 2016 menjadi 20+16? Kenapa hasil penjumlahan 51 dihubungkan dengan Al Maidah bukan dengan surah yang lain?

Masih banyak pekerjaan rumah lainnya yang harus dikerjakan oleh kita umat Islam. Pandangan saling memutuskan pertemanan baik di dunia nyata atau dunia maya juga kerap terjadi selepas demo akbar kemarin. Sesulit itukah kita menerima kenyataan bahwa Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan tidak sejenis? Jangankan banyak suku, dalam satu suku saja tidak sama pemikiran setiap orang. Dalam satu agama Islam yang satu tempat menghadap ketika sujud saja masih ada perbedaan pendapat. Kenapa kita tidak bisa menerima itu sebagai sunnatullah?

Wallahu alam bishawab.

Written by syahmins

November 9, 2016 at 13:13

Ditulis dalam Opini

Melawan Lupa

leave a comment »


screenshot-from-2016-10-27-07-42-22

Gambar di atas sedang banyak beredar saat ini berkaitan dengan pilkada 2017 dimana salah satu cagub DKI melakukan blunder yang kemudian terkenal dengan kasus Al Maidah 51.

Setidaknya ada tiga hal yang disorot dalam keterangan foto tersebut yaitu sebagai berikut:

Tidak ada orang yang berani melecehkan Islam pada saat presiden Soeharto masih menjabat

Silahkan menggunakan mesin pencari untuk membaca kasus Priok (1984), Kasus Talangsari (1989), Kasus Sirnagalih (1993), kasus Aceh (1978-2004). Jangan lupa juga untuk mencari siapa yang sedang menjabat sebagai presiden pada tahun-tahun tersebut.

Tidak ada orang yang berani mempermasalahkan suara azan pada saat presiden Soeharto masih menjabat

Kasus suara azan itu awalnya diributkan karena wakil presiden Jusuf Kalla yang juga merangkap sebagai ketua Dewan Mesjid Indonesia meminta agar mesjid-mesjid hanya memutar pengajian tidak terlalu lama pada saat menjelang waktu salat. Hal ini disampaikan pada pembukaan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia di Pondok Pesantren Attauhidiyah, Tegal, Jawa Tengah, Senin (8/6/2015). Tapi apakah benar itu hanya diributkan pada era presiden Jokowi menjabat?

Terkait dengan polusi suara yang diakibatkan oleh suara kaset orang mengaji itu sudah lama diatur melalui Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor Kep/D/101/1978 tentang Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Mushalla. Silahkan menggunakan mesin pencari untuk mengetahui apa isi dari instruksi tersebut.

Ngomong-ngomong tahun 1978 itu siapa yang sedang menjabat sebagai presiden?

Tidak ada orang yang berani menistakan Al Quran pada saat presiden Soeharto masih menjabat

Salah satu kasus menarik adalah mengenai pemilu tahun 1971 dimana partai politik yang terlibat saling jualan ayat Quran untuk melegitimasi partai mereka. Salah satu artikel menarik tentang ini bisa dibaca di sini.

Written by syahmins

Oktober 27, 2016 at 08:31

Ditulis dalam Bacaan, Jas Merah, Opini, Protes

Tagged with ,

Syahadat Atau Belajar – Mana Yang Lebih Penting?

leave a comment »


Judul di atas diambil dari sebuah obrolan warung kopi dengan seorang teman berkaitan dengan fenomena beberapa orang-orang yang berganti agama ke Islam. Pertanyaan panjangnya lebih kurang begini “sebenarnya kalau ada yang mau pindah agama ke Islam, seharusnya dia bersyahadat terlebih dulu atau mempelajari Islam (minimal mengerti hak dan kewajiban seorang pemeluk agama Islam) baru kemudian bersyahadat?”

Jujur saja saya tidak pernah mencoba mencari tahu pendapat para ulama yang lebih mumpuni mengenai hal tersebut. Adapun mengenai jawaban yang saya pegang adalah keharusan untuk belajar terlebih dahulu mengenai Islam sehingga orang yang akan berpindah agama tersebut paling tidak mengerti mengenai hak dan kewajibannya di dalam Islam.

Adapun beberapa dasar dari jawaban saya tersebut adalah:

  1. Dilihat dari urutan turunnya wahyu. Urutan ayat pertama yang diajarkan oleh Jibril kepada Muhammad saw. adalah “iqra” yang artinya “bacalah”. Bukan “bersyahadatlah” atau “sembahlah tuhanmu” atau bahasa syariat lainnya. Membaca dalam pemahaman saya adalah proses untuk belajar mengenai sesuatu yang baru. Bagi Muhammad saw. ketika itu, Islam adalah sesuatu yang baru. Walaupun beliau mungkin saja telah dibekali pendidikan keagamaan yang sesuai dengan ajaran nenek moyangnya tetapi konsep keislaman tentulah berbeda dengan agama nenek moyangnya.
  2. Ketika memulai sesuatu yang baru, seyogyanya yang harus dilakukan terlebih dulu adalah membaca buku petunjuk. RTFM atau Read The Full Manual. Bukan lantak laju alias hantam kromo. Misalnya ketika membeli ponsel yang baru, hal pertama yang harus diketahui adalah apa jenis kartu yang digunakan, apakah kartu SIM standar, mini, nano atau mikro. Kedua bagaimana cara menghidupkan dan mematikan alias mengetahui dimana letak tombol power. Hal yang perlu diketahui ketiga adalah bagaimana melakukan panggilan telepon dan terakhir adalah bagaimana mengirimkan pesan singkat ke nomor lain. Mengenai fasilitas lainnya bisa dipelajari ketika nanti diperlukan. Begitu juga jika ingin berganti agama ke Islam. Ketahuilah terlebih dahulu apa hak dan kewajiban di agama yang baru agar nanti tidak salah kaprah. Mengenai amalan sunat dan lainnya tentu bisa dipelajari seiring waktu berjalan.
  3. Poin ini mungkin bakalan banyak yang tidak suka. Kalau seseorang ingin berpindah agama di Katolik, maka prosesnya tidak segampang hanya mengucapkan keimanan kepada agama yang baru tersebut. Orang tersebut haruslah ikut pendidikan keagamaan a la Katolik terlebih dahulu selama beberapa waktu. Pada saat menjalani pendidikan masih boleh mengundurkan diri jika berubah pikiran. Pada saat selesai pendidikan harus menjawab apakah masih tetap ingin berpindah keyakinan ke Katolik atau tidak. Kemudian baru dibaptis ke agama Katolik. Prosesnya panjang dan terkadang menguras kesabaran. Tapi intinya tetap sama, ketika ingin berpindah ke Katolik maka ada keharusan untuk mempelajari agama tersebut terlebih dahulu bagu menyatakan keimanannya. Bukannya ingin meniru ajaran agama lain, tapi proses ini seharusnya normal jika merujuk ke poin pertama di atas.

Tentu saja ketiga poin tersebut masih sangat bisa dibantah karena hanya bersandar pada logika yang saya miliki saat ini.

Written by syahmins

Mei 15, 2016 at 20:34

Ditulis dalam Opini

Kesopanan Kita Berbahasa

leave a comment »


Pagi ini kembali diingatkan akan kesopanan kita berbahasa yang justru membuat maknanya semakin bias.

Jadi untuk membuat itu lebih horor, mungkin kita harus kembali menggunakan istilah lonte daripada wanita penghibur (well, seorang cewek yang sedang menghibur sahabatnya yang sedang sedih gak bisa dikatakan sebagai wanita penghibur kan?), istilah zina daripada seks bebas atau tempat pelacuran daripada lokalisasi.

Istilah-istilah tersebut kedengarannya kasar dan menghina bagi sebagian golongan tapi kemungkinan besar juga akan membuat para remaja kita menjauhi tingkah laku tersebut.

Written by syahmins

April 21, 2015 at 10:22

Ditulis dalam Opini

10 Aplikasi Wajib di Laptop Pribadi

with one comment


Laptop adalah salah satu alat kerja dan bermain yang paling sering dibawa sekarang ini, kalau mau ngopi atau nongkrong di kampus pasti benda ini akan selalu nempel di punggung 😀

Biasanya, begitu mendapatkan laptop baru maka pekerjaan pertama adalah melakukan pemasangan aplikasi berikut untuk bekerja dan bermain… yeaahhh… play hard and work hard.

Daftar berikut ini semoga bisa membantu untuk mencari alternatif aplikasi yang bisa digunakan di laptop pribadi kita.

Anti Virus

Aplikasi pertama yang wajib ada setelah menginstal Windows adalah antivirus. Alternatif gratis terbaik adalah AVG free, Avast free. Dulu aku pengguna setia AVG versi gratis selama sekitar 10 tahun dan tidak mengalami gangguan berarti dengan virus komputer.

Sekarang ini kalau di laptop, aku mempercayakan pengamanan kepada Bitdefender untuk antivirus, personal firewall, aplikasi pencari berkas yang sama (duplicate file), Safe pay untuk pengamanan ketika menggunakan aplikasi internet banking dan juga untuk melakukan fungsi optimalisasi sistem dengan satu kali klik. Satu aplikasi untuk banyak kegunaan. Harganya tidak terlalu mahal dan banyak penjual terpercaya di Kaskus yang bisa menyediakan lisensinya. Tapi apapun jenis dan merek antivirus yang dipilih, tapi jangan melupakan satu hal terpenting: lakukan update atau pembaruan secara berkala. Minimal dua minggu sekali.

Media Player Classic

Walaupun ada banyak pemutar film lain yang katanya lebih mumpuni, tapi aku tak bisa berpaling ke lain hati :D. Tampilannya sederhana dan mampu memutar banyak jenis film yang saat ini beredar, mulai dari mkv sampai ke flv dan 3gp 😀

Media Player Classic bisa diunduh di sini.

Browser alias Perambah

Walaupun Windows sudah memiliki aplikasi bawaan yaitu Internet Explorer tapi rasanya kurang afdol kalau tidak menggunakan Chrome atau Firefox. Beberapa yang lain mungkin lebih senang menggunakan Opera atau UC Browser.

Pembuka file zip

Sampai sekarang masih setia dengan 7zip, aplikasi gratisan yang sangat mumpuni untuk menyelesaikan masalah kompresi berkas. Berkas zip, rar, gzip dan tar adalah beberapa jenis yang bisa ditangani olehnya. Lupakan Winzip dan Winrar yang berbayar atau membutuhkan crack. Udah masanya pakai aplikasi gratis tanpa ngecrack.

Pemutar Musik

Sampai sekarang juga masih setia dengan Winamp. Aplikasi pemutar musik jadul yang tergolong ringan dan cepat untuk dijalankan.

Pembaca Dan Pembuat Berkas PDF

Nitro PDF memberikan satu aplikasi berukuran kecil untuk membuka, mengedit atau membuat berkas PDF. All in one dengan ukuran berkas yang harus diunduh hanya 37 MB serta hasil instalasi sebesar 131 MB, sangat kecil jika dibandingkan dengan Adobe Acrobat X yang hasil instalasinya sebesar 1,11 GB.

Aplikasi Chatting

Hanya dua aplikasi percakapan yang dipasang yaitu Pidgin dan Telegram. Pidgin mampu menangani percakapan untuk hampir semua jalur percakapan seperti Facebook, GTalk, Yahoo Messanger, IRC dan masih banyak lagi. Jadi satu aplikasi untuk menangani hampir semua jalur yang kita miliki. Sedangkan telegram bersifat situasional karena ada beberapa grup untuk berdiskusi menggunakan aplikasi ini. Kelebihan telegram adalah mampu mengirim dan menerima hampir semua jenis file berukuran besar, kalau gak salah bisa sampai 1 GB.

Aplikasi Pengolah Gambar

GIMP dan Photoscape adalah dua aplikasi pengolah gambar yang gratis serta sangat bisa dipercaya. GIMP biasanya digunakan sebagai pengganti Adobe Photoshop sedangkan Photoscape digunakan untuk mengedit gambar-gambar secara cepat dengan beberapa template yang menarik.

Aplikasi Pencatat Ringan

Kategori ini hanya ada satu aplikasi yang dipasang yaitu Notepad++. Aplikasi wajib untuk melakukan perbaikan pada berbagai jenis berkas pemrograman serta membuat catatan sebagai pengganti Notepad bawaan Windows. Eh aplikasi ini bisa juga digunakan untuk mengedit berkas sub title film dalam format srt.

Aplikasi Tambahan Untuk Perambah

Adobe Flash Player serta Java Runtime adalah aplikasi pelengkap untuk perambah. Walaupun katanya teknologi Flash dan Java sudah mulai banyak ditinggalkan tapi tetap saja masih banyak web yang memakai teknologi itu.

 

Tidak ada pesan sponsor apapun dari daftar di atas 😀 Silahkan memilih dengan bijak dan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Written by syahmins

April 17, 2015 at 09:07