the Journal

Archive for Juli 2017

Dana Haji

leave a comment »


Beberapa tahun lalu saya mencari informasi mengenai dana setoran haji ke beberapa bank di Banda Aceh. Rencananya tabungan itu akan saya pakai untuk menghajikan kedua orang tua saya. Di bank setelah dijelaskan mengenai setoran awal dan masa tunggu (kalau tidak salah ketika itu menunggu 5 tahun) ada satu pertanyaan saya selalu saya tanyakan, “apa manfaat saya meletakkan dana haji saya di bank ini?”. Jawaban pihak bank semuanya seragam bahwa saya akan mendapatkan jatah kursi pada lima tahun mendatang.
 
Ketika saya kejar mengenai manfaat lainnya seperti bagi hasil atau bunga, semua bank seperti sepakat untuk tidak memberikannya. Kalkulasi cepat saya ketika itu adalah satu orang calon jamaah haji harus menyetorkan dana sebesar 15 juta rupiah untuk mendapatkan kursi. Kalau dikalikan satu juta orang saja pada tahun yang sama, maka pihak bank akan mendapatkan dana segar sebesar 15 trilyun rupiah. Apakah dana sebesar ini akan mengendap di bank? Mustahil.
 
Kalau dana 15 juta itu dimasukkan ke deposito, setelah dipotong pajak dan dana lainnya misalkan persentase bunga atau bagi hasil tersisa 3% setelah pajak dan biaya lainnya itu, kalau dirupiahkan menjadi 450 ribu rupiah pertahun. Itu status uang dari satu orang, bagaimana dengan satu juta orang?
 
Apalagi ketika itu saya juga telah membaca bahwa dana haji digunakan untuk membeli sukuk. Lalu kemana uang bunga atau bagi hasil dari sukuk?
 
Saya membayangkan alangkah enaknya kalau dana bagi hasil atau bunga dari uang dana haji itu bisa dikembalikan beberapa persen kepada jamaah pemilik. Alangkah bermanfaatnya uang tersebut. Entah untuk sedekah atau menambah uang belanja di rumah yang ditinggalkan. Saya membayangkan orang-orang kurang mampu yang menabung uangnya bertahun-tahun untuk naik haji akan sangat gembira ketika dikabarkan bahwa mereka hanya perlu menambah beberapa juta rupiah lagi saja karena ada dana bagi hasil atau bunga dari uang yang telah mereka simpan di tabungan haji tersebut.
Untuk mengelola uang bunga atau bagi hasil dari dana haji itu tentu saja diperlukan orang-orang yang sangat amanah. Sayangnya orang-orang ini termasuk dalam kategori sangat langka pada tahun-tahun belakangan ini. Indikasi dari kelangkaan ini adalah maraknya korupsi di berbagai kalangan bahkan hingga ke pejabat yang sebelum menduduki jabatan itu disumpah menggunakan nama Tuhan. Kalau sumpah dengan nama Tuhan saja masih dilanggar lalu sumpah yang seperti apa akan kita percaya?

Written by syahmins

Juli 31, 2017 at 11:03

Ditulis dalam Opini