the Journal

Setelah Demo Akbar 4 November, Lalu Apa?

leave a comment »


Lima hari sudah berlalu dari sebuah pertunjukan demonstrasi akbar pada tanggal 4 November 2016 yang lalu. Kapolri sudah berjanji untuk menuntaskan kasus hukum Ahok yang dituding menistakan agama Islam terkait dengan Al Maidah ayat 51. Pengumpul massa juga sudah mulai menyiapkan aksi lainnya jika dalam dua minggu kasus ini tidak tuntas. Lantas apa langkah selanjutnya? Bagaimana jika hasil pemeriksaan menyatakan Ahok tidak bersalah?

Pertanyaan di atas, karena itu tetap akan menghasilkan pro dan kontra. Untuk yang pro mungkin akan mengatakan bahwa pemerintah (dalam hal ini kepolisian) sudah bekerja sesuai dengan janji mereka, sedangkan untuk yang kontra akan mengatakan bahwa apapun alasannya maka Ahok tetap harus dinyatakan bersalah, diturunkan dari jabatannya serta atasannya (yaitu presiden) juga harus diturunkan.

Mari kita abaikan sejenak mengenai pro dan kontra itu. Mari kita renungkan beberapa hal berikut:

  1. Jika aksi kemarin bisa dilanjutkan dalam bentuk lain, maka alangkah besar faedah yang dapat dirasakan umat manusia di Indonesia. Misalnya para penggalang massa dan massa mereka bersepakat mengumpulkan dana untuk dijadikan modal bergulir, akan berapa banyak orang miskin (terutama Islam) yang akan terangkat dari kemiskinan. Tentu saja pengelolaan uang harus dibentuk sebuah lembaga berbadan hukum serta dikelola oleh orang-orang terpercaya dan sistemnya dibuat setransparan mungkin.

    Bukankah dalam sebuah hadis dikatakan bahwa kemiskinan itu dekat sekali jaraknya dengan kekufuran? Jadi logika sederhana saya, mengentaskan kemiskinan sama dengan mengangkat derajat keimanan seseorang.

  2. Jika aksi kemarin itu bisa dilanjutkan dengan aksi kepada para koruptor atau tersangka kriminal lainnya yang mengenakan atribut Islam ketika mereka ditahan maka itu akan semakin baik. Sadar atau tidak, ketika para tersangka itu mengenakan atribut Islam dan tersenyum di depan kamera maka mereka seolah berkata bahwa tindakan mereka didasari oleh keimanan mereka pada Islam. Sayangnya banyak yang tidak sadar dengan hal ini.
  3. Jika aksi kemarin bisa dilanjutkan dengan aksi cinta lingkungan maka selesailah segala permasalahan di bumi Indonesia ini. Buang sampah sembarangan, sampah menumpuk di sungai, kebakaran hutan, penebangan liar dan masalah lingkungan lain akan selesai. Bukankah manusia diturunkan ke bumi untuk menjadi khalifah? Salah satu tugas khalifah tentu saja menjaga alam tempat tinggalnya. Al A’raf ayat 56 jelas menyatakan (kira-kira kalau dialihbahasakan) “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
  4. Bagian terpenting dari kelanjutan aksi kemarin adalah menyetop aksi cocokologi dengan menggunakan ayat-ayat Quran atau hadis serta dalil lainnya. Mengetik 4JJI atau 411 dan berharap orang lain membaca sebagai Allah itu adalah salah satu hal yang harus dihentikan. Kemudian yang juga banyak beredar sepanjang demo kemarin adalah 4+11+20+16=51 Al Maidah. Cocokologi tingkat tinggi. Kenapa harus dipisah 2016 menjadi 20+16? Kenapa hasil penjumlahan 51 dihubungkan dengan Al Maidah bukan dengan surah yang lain?

Masih banyak pekerjaan rumah lainnya yang harus dikerjakan oleh kita umat Islam. Pandangan saling memutuskan pertemanan baik di dunia nyata atau dunia maya juga kerap terjadi selepas demo akbar kemarin. Sesulit itukah kita menerima kenyataan bahwa Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan tidak sejenis? Jangankan banyak suku, dalam satu suku saja tidak sama pemikiran setiap orang. Dalam satu agama Islam yang satu tempat menghadap ketika sujud saja masih ada perbedaan pendapat. Kenapa kita tidak bisa menerima itu sebagai sunnatullah?

Wallahu alam bishawab.

Written by syahmins

November 9, 2016 pada 13:13

Ditulis dalam Opini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: