the Journal

Mesjid Agung Jawa Tengah

with 2 comments


Mesjid Agung Jawa Tengah terletak tidak begitu jauh dari pusat kota Semarang. Dengan menggunakan mobil kira-kira waktu yang diperlukan adalah 15 menit untuk menuju dari daerah Simpang Lima Semarang.

Masuk ke area mesjid, langsung disambut dengan mesin parkir modern a la pusat-pusat belanja besar. Cukup tekan tombol dan tiket parkir langsung keluar secara otomatis. Praktis dan yang aku senangi adalah adanya kesadaran pengurus mesjid untuk mengkomersialkan area mesjid untuk sesuatu yang bermanfaat sehingga hasilnya dapat digunakan untuk kemakmuran mesjid.

Halaman luas langsung terhampar di depan mata. Banyak pengunjung yang memanfaatkan halaman yang luas ini untuk melakukan rekreasi yang tidak selalu berupa kegiatan keagamaan. Ada yang melakukan olah raga sore, selfie, sekedar duduk sambil menikmati jajanan atau bermain sepatu roda. Bahkan pengunjung yang ingin membeli oleh-oleh juga ada beberapa warung kecil di dalam kompleks mesjid. Dan mesjidnya itu dari jauh kelihatan luar biasa…

Menara 99 difoto dari arah serambi mesjid

Oleh supir taksi yang mendampingi perjalanan kali ini, aku diceritakan mengenai menara 99 yang berfungsi sebagai menara pandang serta sebuah restoran di atasnya. Melihat pemandangan kota dari atas memang selalu membuat penasaran, apakah bangunan-bangunan yang kita kenal dari bawah masih terlihat sama ketika dilihat dari atas? Atau apakah kita bisa mengenal bangunan-bangunan tersebut jika dilihat dari kejauhan? Itu barangkali beberapa pertanyaan yang terajut di dalam kepala.

Dengan membayar karcis tujuh ribu rupiah kita dapat naik ke menara mesjid tersebut. Sebenarnya ada tiga fungsi utama dari menara tersebut yaitu menara pandang pada tingkat sembilan, restoran putar pada tingkat delapan dan museum pada tingkat tiga. Hanya ketika aku datang, restoran dan museum sudah tutup sehingga hanya dapat naik ke tingkat sembilan saja.

Untuk melihat jarak jauh disediakan beberapa teropong yang dapat dioperasikan dengan menggunakan koin seribu rupiah. Kerennya, ada seorang penjaga resmi yang menyediakan koin tersebut untuk ditukarkan oleh pengunjung. Mantap…

Mesjid dari atas

Karena aku berkunjung dengan dengan waktu magrib maka selain mendapatkan pemandangan kota Semarang dari atas, aku juga mendapatkan bonus berupa pemandangan matahari terbenam. Melihat matahari tenggelam tanda hari mulai malam itu memang selalu memberikan inspirasi *halah sok puitis*

Karena sudah tidak ada lagi yang bisa dilihat dari atas, perjalanan dilanjutkan dengan menjelajahi mesjid dari dekat. Keunikan mesjid ini adalah bentuk pelatarannya yang dihiasi dengan tiang-tiang yang dihubungkan dengan kaligrafi indah.

Dari pelataran halaman dalam mesjid juga bisa terlihat bahwa bangunan mesjid ini didesain dengan sangat indah dan anggun. Salut buat perancangnya.

Tiang di bagian kiri dan kanan pada pelataran halaman dapat dibuka seperti payung sehingga jamaah tidak kehujanan atau kepanasan ketika sedang salat. Perpaduan seni modern yang sangat bagus karena tidak hanya indah tapi juga memberikan fungsi yang bermanfaat kepada jamaah.

Dari serambi belakang mesjid, selain terlihat menara 99 juga terlihat hamparan halaman yang luas.

Sampai kehabisan kata-kata untuk menggambarkan keindahannya…

Masuk ke dalam mesjid, sebuah Quran raksasa menyambut. Quran ini ditulis oleh seorang dosen di Semarang dan kemudian disumbangkan ke mesjid ini. Mungkin karena untuk menjaga keawetan maka Quran ini disimpan di dalam sebuah kotak kayu dan digembok sehingga tidak semua orang dapat melihatnya secara sembarangan.

Akhirnya karena azan berkumandang maka aku buru-buru pulang agar tidak terbakar berwudhu dan salat magrib.

Menurutku ini adalah salah satu mesjid terindah dan terbaik pengelolaannya di beberapa daerah yang pernah kukunjungi.

Written by syahmins

Agustus 31, 2014 pada 13:46

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Eh bg Syahmin ada di Semarang rupanya😀

    Aulia Fitri

    September 1, 2014 at 19:42

    • itu dua minggu lalu😀

      iseng nulis daripada blognya kesepian.

      syahmins

      September 2, 2014 at 09:36


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: