the Journal

Telepon Umum Koin

leave a comment »


Salah satu alat komunikasi paling berjasa pada zaman dahulu kala selain surat, telegram dan pager (kalo yang satu ini cuma sempat liat kawan yang pakai). Trus kenapa disebut paling berjasa? Karena hanya dengan modal koin seratus yang putih besar tapi gak tebal (kalo gak salah keluaran 1973) itu kita bisa nelpon selama lima menit. Kalau masih kurang ada cara untuk mencurangi yaitu dengan melubangi koin seratusan itu di bagian atasnya kemudian diikat dengan seutas benang. Perlu sedikit seni untuk mancing dengan menggunakan koin ini, karena salah mengatur timing maka koin tersebut akan lenyap ditelan kotak telepon.

 

Selain sebagai salah satu alat komunikasi, telepon umum koin ini juga merupakan salah satu sumber uang jajan pada masa itu. Salah satu caranya dengan menendang bagian bawah kotak telepon itu sehingga uang yang ada di kotak penyimpanan akan keluar. Untuk mereka yang sudah ahli, bisa mendapatkan sampai seribu rupiah sekali nendang. Jumlah yang lumayan ketika labi-labi alias angkot di Banda Aceh masih bertarif antara dua ratus sampai tiga ratus.

Sayangnya telepon umum model gini sekarang gak terlihat lagi yang masih berfungsi, paling cuma liat di film – film hollywood aja ketika salah satu pemerannya ingin menelpon di pinggir jalan.

Foto ini sendiri diambil di Surabaya pada bulan Mei 2013 ketika sedang berjalan-jalan tugas di sana.

Written by syahmins

April 15, 2014 pada 12:01

Ditulis dalam Foto, i s e n g

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: