the Journal

Napoleon Dari Tanah Rencong

with 2 comments


Seminggu yang lalu waktu jalan-jalan ke Gramedia, buku ini menarik minatku untuk mengambilnya dari rak buku baru. Tumben… biasanya juga nyarinya buku diskonanšŸ™‚

Bergambar sebuah rencong di sampul depannya dan tulisan berjudul: Napolen Dari Tanah Rencong dengan latar belakang polos, sekilas buku ini tidak menarik perhatian untuk dijamah. Sampul buku ini seolah sama dan serupa dengan beberapa buku sejarah tentang Aceh lainnya, kosong dengan satu objek identik; rencong, rumoh aceh atau kopiah meukutop. Awalnya aku mengira buku ini akan membahas sejarah perjuangannya Daud Beureueh sang Gubernur Militer Aceh, Langkat dan Tanah Karo yang dikuburkan di Beureunun,Ā tetapi rupanya persepsiku salah. Buku itu bukan hanya sebuah buku sejarah tapi sebuah novel sejarah yang berkaitan dengan masa DI/TII Aceh. Novel ini lebih menitikberatkan pada perjuangan Hasan Saleh sebagai Panglima Perang yang menjadi otak di balik segala strategi perang DI/TII Aceh ketika itu.

Dengan gaya bercerita yang bebas, Akmal Nasery Basral sang pengarang berhasil menceritakan beberapa kelucuan yang terjadi di seputar kehidupan pribadi Hasan Saleh. Cerita mengenai cara Hasan Saleh melakukan pendekatan dengan wanita yang kemudian akan menjadi istrinya diceritakan dengan sangat baik. Kemudian juga beberapa cerita ketika Hasan Saleh melakukan tugas menumpas pemberontakan RMS serta bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan alat perang yang layak bagi pasukannya dan mengembalikan pasukannya ke bawah komando TT I/Bukit Barisan.

Tidak hanya bercerita tentang kehidupan pribadi Hasan Saleh, buku ini juga mengupas beberapa kejadian yang berkaitan dengan DI/TII Aceh mulai dari awal pemberontakan hingga selesai serta beberapa konflik antar tokoh-tokoh yang melakukan pergerakan. Selain itu kita juga akan mendapatkan beberapa pandangan baru mengenai kejadian itu serta beberapa alasan yang dikemukakan mengenai mengapa Hasan Saleh dan Dewan Revolusi NII Aceh menerima uluran perdamaian dari Pemerintah RI melalui misi Hardi (gambaran lengkap mengenai misi Wakil Perdana Menteri Hardi bisa di lihat di sini).

Satu kisah yang menarik yang tidak hanya berkaitan dengan sejarah perjuangan DI/TII Aceh tetapi juga berkaitan dengan pemberontakan GAM adalah cerita ketika Daud Beureueh memerintahkan untuk mengirimkan sejumlah uang kepada Hasan Tiro yang saat itu menjadi mahasiswa di Amerika Serikat. Di buku ini diceritakan bagaimana Hasan Tiro telah berhasil mengelabui dengan mengirimkan kabar palsu mengenai pengiriman senjata itu. Ada beberapa kali berita itu disampaikan oleh Daud Beureueh kepada Hasan Saleh dan pasukannya sehingga mereka mempersiapkan tempat untuk pendaratan senjata tersebut. Setelah ditunggu beberapa lama senjata-senjata tersebut tak pernah sampai ke tangan para tentara DI/TII Aceh.

Buku setebal 536 halaman ini memang tidak dimaksudkan untuk menjadi buku pegangan sejarah. Hal ini diakui oleh sang pengarang yang menganggap riset yang dilakukannya belumlah seilmiah riset yang dilakukan oleh para sejarawan yang memang ahli dibidangnya. Tapi dengan bentuk novelisasi sejarah ini justru membuat roman sejarah jadi terbayang lebih nyata daripada hanya sekedar fakta dan tanggal dari sebuah kejadian di masa lalu. Dengan gaya novelisasi ini jadi tak sadar waktu ketika membaca sehingga buku yang tebal itu habis dalam tiga malam sajašŸ˜€

Buku ini layak dibeli jika ingin mengetahui beberapa cerita di balik sejarah DI/TII Aceh. Selain di toko buku terdekat, buku ini juga sudah dijual di toko buku online atau jika ingin membeli versi digitalnya dengan harga yang lebih murah dari versi cetaknya bisa klik di sini.

————-

Foto diambil dari bukukita.com

Written by syahmins

Agustus 25, 2013 pada 14:15

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Beli di gramedia mana thor?

    Dyne

    Maret 26, 2016 at 10:13


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: