the Journal

Archive for Juli 2013

Kenapa Menggunakan MS. Access?

leave a comment »


Pertanyaan tersebut sering ditanyakan ketika aku menawarkan solusi suatu masalah dengan menggunakan Microsoft Access. Seringnya sih aku nanya balik, “kenapa nggak?” hehehhehehe…

Aplikasi yang satu ini memang cenderung disepelekan karena dianggap nggak keren sama sekali. Level gengsinya beda kalau kita bilang bikin aplikasi pake Java atau C atau bahasa lainnya yang rumit. Terkesan kalo kita sudah sangat mendalami dunia programming. Kesan menyepelekan ini gak cuma keluar dari para programmer pemula yang awal belajarnya nyalin dari Google tapi para dosen juga cenderung menyepelekan aplikasi ini. Coba aja jika ada mahasiswa jurusan Sistem Informasi yang ngajuin skripsi dan bilang mau bikin aplikasinya pake MS. Access, pasti skripsi itu bakalan disuruh ganti menggunakan bahasa pemograman yang lain yang lebih canggih.

Jadi langsung aja, alasan aku masih menggunakan MS. Access adalah:

  1. Pada umumnya versi bajakan dari aplikasi ini sudah terpasang di komputer, kita gak perlu lagi install yang aneh-aneh kecuali kita make komponen selain bawaan MS. Access.
  2. Aplikasi ini memudahkan untuk pembuatan diagram database. Tinggal tarik dan hubungkan antara kunci utama (primary key) dan kunci tamu (foreign key). Ini apa sih terjemahan tepatnya untuk dua kunci itu? Masih agak aneh kalo pake Bahasa Indonesia…
  3. Solusi yang ditawarkan oleh MS. Access sudah termasuk lengkap untuk membuat sebuah aplikasi yang komplit. Mengenai keterbatasan data yang bisa ditampung itu dapat diakali dengan menggunakan aplikasi basis data pihak ketiga seperti SQL Server Express atau MySQL. Hubungkan dengan menggunakan ODBC maka kita mendapatkan sebuah tempat penampungan data yang besar. Solusi ini pernah kupakai di kantor sebelumnya (MS. Access 2003 disandingkan dengan SQL Server Express untuk menyimpan data sekitar 100.000 petani, kebun mereka – satu petani bisa punya lebih dari satu kebun, training yang mereka ikuti, dan lainnya. Total waktu itu hampir satu juta baris data yang dikelola).
  4. Kecepatan waktu pengembangan aplikasi. Dengan menggunakan antar muka yang sangat ramah pengguna, kita bisa membuat sebuah form dan laporan dalam waktu singkat.
  5. Untuk online dalam jaringan lokal, gabungan MS. Access dan SQL Server Express merupakan duet maut. Ini pernah digunakan dengan lebih dari 10 komputer terhubung ke database yang sama tanpa ada masalah. Untuk jaringan luar kota dapat menggunakan VPN (Virtual Private Network) untuk menghubungkan sebuah aplikasi dengan database server.
  6. Untuk online internet sekarang bisa menggunakan teknologi Share Point dari Microsoft. Silahkan Google untuk mengetahui lebih lanjut mengenai MS. Access dan Share Point.
  7. Alasan terpenting itu adalah: ini adalah bagian dari keluarga besar Microsoft Office. Jadi dengan adanya hubungan persaudaraan yang sangat erat ini maka akan dimungkinkan saling berbagi antara aplikasi yang dibangun menggunakan MS. Access dengan aplikasi Microsoft Office lainnya seperti MS. Excel.

Nah, itu dulu tujuh alasan kenapa aku masih menggunakan MS. Access.

Iklan

Written by syahmins

Juli 18, 2013 at 19:31

Ditulis dalam MS. Access

Tagged with , ,

Makam Kandang XII – Kompleks Keraton Banda Aceh

leave a comment »


Berkeliling kota Banda Aceh kali ini selain untuk menghabiskan waktu tapi juga sekalian nostalgia masa kecil di kawasan Keraton Banda Aceh. Di sini terdapat beberapa tempat menarik seperti komplek perumahan dan kantor tentara yang bangunannya berasal dari masa Belanda, menara air dari masa Belanda, tempat penampungan air pertama di Kota Banda Aceh tapi tujuanku kali ini adalah Makam Kandang XII.

Di dalam bahasa Aceh, kandang berarti makam atau kuburan. Jadi ini bukan kandang tempat hewan-hewan berteduh. Makam Kandang XII adalah sebuah komplek kecil tempat peristirahatan 12 orang sultan Aceh dan keluarga mereka. Tempat ini dikelilingi oleh kantor dan asrama tentara Zeni di daerah Keraton kota Banda Aceh.

Kalau kita masuk dari arah pendopo gubernur maka Makam Kandang ini terletak di sebelah kiri jalan, kira-kira 500 meter dari jalan masuk. Sebuah papan penunjuk arah ditancapkan dari depan gang kecil di depan mesjid Raya Baiturrahman, di sebelah tugu adipura. Papan penunjuk arah lainnya juga dapat dijumpai pada depan jalan di dekat pendopo gubernur Aceh.

Mungkin karena posisinya yang berada di dalam komplek tentara maka jarang ada yang berkunjung kemari. Kompleks pemakaman ini dinaungi oleh pohon-pohon besar dan sebuah bangunan tanpa dinding. Ini membuat suasana sejuk dan nyaman bahkan ketika siang hari dengan matahari terik membakar bumi.

Pada bagian depan terdapat papan pemberitahuan yang terbuat dari seng, berisikan nama-nama yang dikuburkan disini. Memang tidak semua penghuni dimasukkan ke dalam daftar nama pada papan ini, entah apa alasannya.

Satu hal yang menarik, salah satu nama yang tercantum pada papan tersebut bukanlah salah seorang sultan Aceh tapi seorang Kadhi Malikul Adil atau bisalah disamakan dengan seseorang yang menduduki posisi sebagai Jaksa Agung sekarang ini. Apakah sang Kadhi Malikul Adil adalah salah seorang kerabat kesultanan? Entahlah…

Masuk ke dalam komplek kita akan disambut dengan deretan nisan yang teratur rapi. Memang ada beberapa nisan yang kondisinya terlihat baru diperbaiki. Tapi sayangnya perbaikan itu terlihat sangat tidak rapi. Bekas semen untuk plasteran terlihat seperti dikerjakan asal-asalan.

Tetapi itu hanya menjadi sedikit nilai minus bagi komplek ini. Nilai minus lainnya adalah tidak adanya penjaga makam di sini. Hal ini mungkin karena pengunjungnya yang sepi sehingga fungsi penjaga yang bisa memberikan cerita menjadi tidak perlu. Untuk menyiasati hal ini seharusnya ada sebuah papan informasi yang memberikan cerita tentang para penghuni komplek makam ini secara ringkas. Tapi semua itu terbayar dengan keindahan ukiran yang menghias makam-makam tersebut.

Sekilas suasana Kandang XII bisa dilihat di sini. Posisi makam kandang pada peta berada pada titik N 05 32 56,2 dan E 095 19 09,4.

Written by syahmins

Juli 5, 2013 at 17:23