the Journal

Bungong Jeumpa: restoran Aceh di Yogyakarta

leave a comment »


Udah hampir sebulan gak ketemu dengan yang namanya kopi Aceh dan aneka masakan Aceh lainnya sampai hampir lupa gimana rasanya mie Aceh dan kopi Aceh. Yup, ini perasaan lebai yang gak ketulungan😀

Iseng berselancar dan nyari sampe menemukan sebuah warung yang bernama Bungong Jeumpa dan mengklaim sebagai rumah makan khas Aceh. Sebuah klaim yang cukup berani apalagi dengan beberapa kalimat yang kubaca bahwa bumbu dan kopinya diimpor langsung dari Aceh. Okelah… setelah hampir sebulan ini ngerasain makanan manis a la Jawa inilah saatnya mengingatkan kembali lidah ini dengan rasa makanan Aceh😀

Terletak di pojok jalan Walter Monginsidi di persimpangan jalan Magelang kota Yogyakarta. Pas di bawah lampu lalu lintas bercokollah sebuah warung dengan warna merah yang dominan di papan namanya.

Dengan semangat 45 aku langsung masuk dan minta daftar menu dengan nafsu membara seolah semuanya ingin dipesan. Langsung aja nulis kopi Aceh dan mie goreng sebagai makan malam. Tapi waktu dikonfirmasi ke mbak yang jaga dan juga ke abang yang bermuka sangat Aceh sekali itu mereka gak tau gimana cara membuat kopinya. Waktu kutanya itu kopi yang dibuat a la Aceh dengan cara ditarik ke atas waktu nyaringnya mereka malah mengira aku mau pesan kopi tarik😦 Untuk mempersingkat waktu karena perut juga udah keroncongan aku terpaksa ngalah dengan minta kopi Aceh walaupun gak tau bagaimana cara mereka membuat kopinya.

Wujud si kopi ketika tiba begitu meyakinkan. Tidak seperti kopi a la Jawa yang rada transparan, kopi ini berwarna lebih pekat. Langsung sesendok kopi berangkat ke mulut dan langsung kecewa. Rasanya agak hambar tak seperti kopi yang biasa kuminum di Aceh yang nendang di sendok pertama.

Tapi perasaan kecewa itu terobati dengan mie goreng yang enak🙂

mie

Bumbu rempahnya begitu terasa sehingga serasa gak sedang makan di kota orang tapi sedang makan mie di Banda Aceh. Pedasnya pas, porsinya pas dan acarnya juga pas. Secara keseluruhan bisalah tertutup rasa kecewa karena si kopi tadi.

Mengenai harga kayaknya gak terlalu mahal. Untuk secangkir kopi dan mie tadi cuma perlu bayar Rp. 21.000 saja.

Eh kalo menurut spanduk yang dipasang di depan warungnya, katanya warung ini termasuk salah satu tempat rekomendasinya Bondan Winarno.

Buat yang penasaran ni lokasinya di Wikimapia.

Written by syahmins

April 28, 2013 pada 22:30

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: