the Journal

Archive for November 2012

Riwayat Ringkas Tentang Penangkapan Tgk. Muhammad Arif Lam Gut

leave a comment »


Sedikit sulit untuk melacak jejak Teungku Muhammad Arif. Tidak banyak literatur Aceh modern yang menyinggung nama beliau. Menurut artikel yang diterbitkan oleh tentara Belanda, beliau adalah salah satu pejuang yang meneruskan perang Aceh setelah semua keturunan Tgk. Chik di Tiro wafat.

Menurut catatan tersebut, Tgk. Muhammad Arif berjuang di daerah Lam Meulo  sekarang ini bernama Kota Bakti yang berada di wilayah Sigli hingga akhirnya ia ditangkap oleh pasukan Belanda dan dipenjara.

Catatan riwayat perang ini kudapat dari salah satu notes di Facebook. Aku hanya mengubah dari ejaan lama ke EYD biar gampang membacanya.

Sekedar mengingatkan, beliau tidak ada hubungan darah dengan Teuku Nyak Arief yang menjadi residen Aceh pasca kemerdekaan 1945.

Silahkan unduh catatan perang tersebut disini.

Iklan

Written by syahmins

November 28, 2012 at 10:37

Nol Kilometer Kota Sigli

leave a comment »


Posisi: depan BNI kota Sigli

N 05 22 46.7

E 95 57 29.9

Written by syahmins

November 20, 2012 at 14:23

Ditulis dalam Foto, i s e n g, Raon

Tagged with , ,

Ulee Lheue, Pedagang Kecil dan Wisata Yang Tertutup

with 3 comments


Lama tak mengunjungi dan mengingat salah satu pantai yang ada di seputaran kota Banda Aceh. Selepas peristiwa penutupan pantai tersebut pada pukul enam sore, aku praktis gak pernah lagi ingin menjejakkan kaki ke pantai itu. Selain karena kesibukan, pantai ini relatif tidak menarik untuk dikunjungi pada waktu terang. Eits, jangan berpikir negatif dulu. Ini bukan berarti pantai ini menarik untuk dikunjungi pada saat gelap. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi pantai ini-menurutku-adalah diwaktu senja ketika matahari akan terbenam. Ngeliat sunset. Kalo kalimat para pelancongnya sih seperti itu 😀

Matahari terbenam di pantai Ulee Lheu adalah sebuah momen indah yang dihadiahkan oleh alam kepada penduduk kota Banda Aceh. Sambil makan jagung bakar dan menikmati sebotol minuman ringan di tepi pantai, kita bisa menyaksikan ketika matahari dengan perlahan bersembunyi ke balik gunung di seberang lautan. Sementara beberapa perahu nelayan kelihatan sedang berlayar pulang ke pelabuhan Ulee Lheue. Lepas momen matahari tenggelam, kita bisa langsung bergegas menuju mesjid yang tak jauh letaknya untuk sembahyang magrib.

Sejak pantai itu ditutup untuk umum pada jam 6 sore sampai dengan jam 6 pagi, bisa dipastikan sebuah tempat wisata murah meriah bagi para penduduk kota berkurang. Selain tempat wisata yang berkurang, juga uang yang mengalir ke pundi-pundi para pedagang kecil di sepanjang jalan juga berkurang. Sebelum ditutup, sepanjang jalan ke pelabuhan adalah tempat favorit pedagang untuk menggelar lapak mereka. Beragam dagangan seperti jagung bakar, sate hingga mie aceh tergelar di kaki lima dengan harga terjangkau.

Alasan penutupan ini terdengar aneh di telinga sebagian orang. Hanya dengan alasan bahwa sering terjadi maksiat di tempat gelap maka warga bisa langsung menutup sebuah lokasi wisata. Selain itu pemerintah juga seakan buntu untuk mencarikan jalan keluar. Berbekal alasan bahwa pemerintah telah mengirimkan surat himbauan agar memperbanyak penerangan tapi ternyata tidak diindahkan oleh para pedagang menjadi alasan pamungkas untuk menutup kawasan ini. Padahal ada beberapa cara lain yang saling menguntungkan semua pihak.

Cara pertama adalah dengan memperbanyak penerangan lampu jalan. Penerangan ini dapat menggunakan tenaga surya atau tenaga angin. Cara ini memang mengeluarkan banyak uang pada awalnya tapi pada saat telah berjalan pemerintah akan berhemat dengan tidak lagi membayar uang listrik jalan kepada PLN. Pasang tiang listrik dalam jarak dekat misalnya dalam jarak lima meter sehingga dengan pencahayaan yang cukup akan membuat orang-orang enggan untuk bertingkah aneh.

Cara kedua yaitu menutup daerah tanggul bebatuan yang menjadi benteng pantai. Biasanya tanggul ini sering dimanfaatkan para pemancing untuk menyalurkan hobi mereka. Pada malam hari kawasan tanggul batu ini menjadi tempat rawan karena cahaya lampu jalan tidak sampai kemari. Tutup kawasan tersebut dan juga kawasan pelabuhan ferry dari akses masyarakat ketika jam enam sore sampai jam enam pagi.

Cara ketiga dilakukan dengan memerintahkan para polisi syariat ditemani oleh polisi atau tentara untuk berpatroli disepanjang garis pantai dan tanggul batu. Mereka dapat dibekali dengan senter bercahaya tinggi untuk melihat dengan lebih jelas dan mengusir pasangan yang berduaan di tempat gelap tersebut. Polisi atau tentara berfungsi sebagai cadangan jika ada yang bertindak diluar batas ketika kedapatan sedang berduaan di tempat gelap tersebut. Lagian ngapain juga para polisi syariat itu hanya duduk dan patroli di tengah kota pada siang hari sementara mereka dapat lebih berguna di malam hari?

Kalau ketiga cara tersebut dilakukan maka semua pihak akan merasakan manfaatnya. Pedagang akan dapat menangguk rupiah, warga kota memiliki tempat alternatif untuk hiburan murah meriah dengan keluarga mereka, pemerintah dapat menarik iuran dari pedagang bahkan penduduk sekitar dapat menambah penghasilan dengan menyediakan lahan parkir.

Bandar wisata islami bukan berarti hanya berkunjung dari mesjid ke mesjid tapi juga menikmati keindahan alam sebagai bagian dari tadabbur kepada sang pencipta. Banyak cara untuk tetap menegakkan syariat tanpa harus merugikan yang lain. Hanya pertanyaannya: mau dilakukan atau tidak? Simple

Bacaan lanjutan:

  1. Warga, Pol PP, dan Lapak Ulee Lheue
  2. Wali Kota: Ulee Lheue Tetap Tutup Malam Hari
  3. Pemko Dinilai Tak Punya Konsep Kelola Lokasi Wisata Ulee Lheue
  4. Dewan Minta Pemerintah Kota Banda Aceh Tinjau Ulang Penutupan Pantai Ulee Lheue

Written by syahmins

November 11, 2012 at 11:11

Cara Mendapatkan Kembali Password WordPress dari PHPmyAdmin (Cara 2)

leave a comment »


  1. Login ke Cpanel
  2. Buka PHP MyAdmin – buka tabel WordPress (biasanya sesuai dengan nama website)
  3. Buka tabel wp_users (nama bawaan jika tidak diubah waktu setup pertama kali)
  4. Lihat di ID # 1, biasanya “admin” dan cari kolom “user_pass”
  5. Klik Edit

  1. Pada kolom “Function” pilih “MD5” kemudian ketikkan password yang diinginkan pada kolom “Value”. Password yang kita ketikkan akan terkonversi secara otomatis terenkripsi ke format MD5.

Simpan dan kemudian silahkan login dengan memakai password baru.

Written by syahmins

November 5, 2012 at 17:51