the Journal

Soto Kesawan Yang Bikin Sawan

with 2 comments


Setelah sekian lama bolak-balik Medan-Banda Aceh akhirnya berhasil juga ngerasain cita rasa Soto Kesawan🙂

Soto Kesawan ini sebenarnya termasuk salah satu makanan legendaris kota Medan. Buat para pencinta kuliner rasanya gak afdhal pergi ke Medan kalau gak mencicipinya. Setelah tiga bulan bermukim di Medan, barulah aku berhasil ikut mencicipi sang soto legendaris.

Awal diajak, kukira lokasinya ada di daerah Kesawan tempat yang dulu pernah dijadikan pusat jajanan malam di Medan. Biar gak ngeres, jajanan yang dimaksudkan adalah makanan dan minuman khas Medan dan juga khas daerah lainnya. Dulunya ada satu ruas jalan yang ditutup kalau malam sampai pagi. Di jalan itulah para pedagang dan penikmat kuliner kota Medan berkumpul. Rupanya lokasi yang kami tuju siang itu bukan di Jalan Kesawan tetapi di Jalan Sei Batang Hari.

Karena perut lapar dan sebagai orang yang menumpang mobil maka aku ikut aja deh. Mobil diarahkan untuk parkir ke halaman Wisma Hari Kita, salah satu wisma syariah yang ada di Medan. Nyali udah mulai agak menciut karena sebagaimana kita tau, makanan hotel/wisma/penginapan itu jarang yang enak dan harganya juga kurang bersahabat dengan kantong di akhir bulan. Setelah mengutarakan pertanyaan di dalam dada (cuih bahasanya) akhirnya dijelaskan kalau kita cuma numpang parkir aja. Napas lega segera kudengar dari peserta makan siang lain😀

Turun dari mobil, kami berjalan ke sebelah kiri wisma dan segera terlihat sebuah warung makan. Tapi langkah kaki kembali ragu karena melihat ada yang aneh ditulisan selamat datang di pintu warung. Tertulis Soto Kesawan, Mangat That… Nyan Asli…

Keraguan itu muncul karena dua kalimat dalam bahasa Aceh itu. Mangat that yang artinya enak sekali dan nyan asli yang artinya ini yang asli. Sambil senyum kami menuju ke warung. Dalam bayangan kami sebelumnya, soto kesawan itu yang jual adalah orang cina atau jawa bukan berbahasa Aceh. Sekedar informasi aja, diantara kami udah ada kesepakatan sebelumnya kalau udah sampe Medan akan mengurangi makan di rumah makan Aceh. Bukannya mau lari dari adat, tapi rasanya rugi udah sampe ke kota lain gak mencicipi cita rasa daerah setempat.

Menu

Menu yang ada disini adalah soto dengan berbagai macam varian. Ada soto ayam, daging, udang, paru dan jeroan. Kalau gak selera makan soto disini juga ada yang menjual mie Aceh.

Minuman yang tersedia cukup beragam: air putih, teh, kopi, jus atau minuman botolan serta minuman sachet.

Harga

Soto ayam: Rp. 15.000

Soto Campur Udang, Paru, Hati: Rp. 20.000

Berhubung baru sempat mencicipi dua varian itu maka harga yang bisa diberikan hanya untuk dua itu saja. Harga tersebut telah termasuk satu piring nasi. Minuman dan makanan ringan lainnya diluar harga tersebut.

Lokasi

Seperti pengantar ngaco diatas, lokasi soto ini adalah di Jalan Sei Batang Hari nomor 67. Lokasi di Wikimapia bisa dilihat di sini.

Efek Samping

Efek samping dari makan soto disini adalah ngantuk yang amat sangat. Sebagai orang Aceh maka kami langsung bisa menebak asal-usul dari efek samping ini😀

Written by syahmins

September 24, 2012 pada 15:16

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Wah, kalo akhirnya malah ngantuk, bagaimana bisa produktif berkarya.
    Mending nggak usah makan itulah kalo masih banyak kerjaan.

    HeruLS

    Oktober 8, 2012 at 22:12

    • cuma enak kalo pas pengen tidur abis makan siang😀

      syahmins

      Oktober 10, 2012 at 17:19


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: