the Journal

Archive for Juli 2012

Kita Bukan Bangsa Biadab!

leave a comment »


Pagi tadi keliling dari satu blog ke blog yang lain. Entah kenapa akhirnya malah mampir di serambinews.com yang menjadi media daring Serambi Indonesia. Ada satu berita yang menarik dari pemberitaan bertanggal kemarin (Senin/30 juli 2012) yaitu berjudul TPM Aceh Minta Pemerintah Tutup Vihara Budha. Dalam berita tersebut dituliskan bahwa Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM) Aceh, Safaruddin SH, menyatakan bahwa “Penutupan Vihara Budha ini perlu dilakukan untuk memberikan tekanan kepada umat Budha di Aceh dan Indonesia agar mereka ikut mendesak para bhiksu di Myanmar untuk melindungi warga muslim di sana”.

Dari berita tersebut jadi timbul pertanyaan dalam kepalaku, ini orang sebenarnya ada motif apaan?

Dari berita tersebut dapat ditarik satu kesimpulan yang salah kaprah yaitu menurut TPM, semua umat Budha di dunia ini terkait dengan aksi keji di Rohingya dan semua umat Budha harus bertanggungjawab dan pantas untuk dikerasi balik. Pernyataan dari orang yang memakai label Ketua Tim Pengacara Muslim daerah Aceh ini mengindikasikan bahwa dia sebenarnya tidak mengerti mengenai agama yang namanya dia caplok sebagai nama tim.

Akibat dari pemberitaan ini tentu dapat menyulut kebencian tanpa alasan kepada umat Budha di Aceh. Salah satu komentar dari berita tersebut malah mengajak untuk membantai umat Budha di Aceh sebagai pembalasan dendam 😦

Di dalam sejarah, selalu diceritakan dan ditekankan bahwa umat Islam adalah umat yang menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. Masih tercatat dalam sejarah bahwa Nabi Muhammad tidak pernah mengganggu rumah ibadah agama lain kecuali penghuni rumah ibadah setempat terbukti akan melakukan pengkhianatan. Terbukti ketika peristiwa penaklukan Mekah terjadi tidak ada satupun rumah ibadah yang dihancurkan di Mekah dan sekitarnya. Perilaku ini masih diteruskan oleh para Khulafaur Rasyidin sebagai penerus beliau. Bahkan ketika perang Salib berkecamuk, Salahuddin Al Ayyubi juga masih memegang teguh perintah ini.

Jika Nabi Muhammad sebagai sumber agama Islam tidak mengajarkan dan bahkan melarang untuk mengganggu rumah ibadah agama lain yang tidak menyerang Islam, apa hak seorang Ketua Tim Pengacara Muslim untuk mengeluarkan pernyataan tersebut? Kecuali ajaran dan kedudukan Muhammad bin Abdullah telah diganti dengan ajaran dan orang baru yang menempati posisinya, ajaran tersebut terus berlaku sepanjang bumi masih berputar.

Aceh juga telah membuktikan bahwa kita adalah bangsa yang memiliki adab yang tinggi. Ketika Jakarta rusuh pada tahun 1998 dengan melibatkan isu Cina dan non muslim lainnya, kita membuktikan bahwa Aceh adalah daerah yang tidak terkontaminasi dengan isu tersebut. Semua orang hidup berdampingan dengan aman dan tenteram pada saat itu bahkan hingga sekarang. Melongok lebih jauh lagi, dikisahkan dalam sejarah Kerajaan Aceh memiliki perpaduan budaya dari berbagai daerah di dunia bahkan beberapa orang mengatakan bahwa Aceh adalah singkatan dari Arab Cina Eropa Hindia. Berbagai budaya membaur sehingga menciptakan budaya Aceh masa kini.

Dengan latar belakang seperti itu hendaknya jangan ada yang melakukan provokasi gak penting dengan memanfaatkan momen pembantaian muslim Rohingya. Kita masih belum jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Rohingya. Benar telah terjadi kekerasan terhadap etnis muslim disana yang dibuktikan dengan adanya pengungsi yang datang dari daerah tersebut. Tapi kita masih belum tahu apakah itu dilakukan oleh umat Budha secara kelembagaan agama atau itu dilakukan oleh junta militer dan dilaksanakan oleh prajurit yang kebetulan mayoritas Budha. Informasi yang ada masih terlalu mentah untuk diambil kesimpulan. Belum ada peninjau independen yang memberikan pendapat dan kesaksian mengenai hal itu.

Ada beberapa foto dan berita yang menyatakan bahwa asosiasi Budha di Myanmar mendukung pembersihan etnis disana. Tapi perlu juga dicermati apakah itu gerakan seluruh umat Budha di Myanmar atau hanya segelintir organisasi garis keras saja. Tapi tetap saja itu bukan menjadi alasan pembenaran untuk menutup rumah ibadah agama lain. Selain itu juga perlu dicermati apakah foto tersebut asli atau tidak. Situs arrahmah.com menyajikan satu artikel yang membahas mengenai foto-foto palsu ini dengan judul artikel “Beberapa foto palsu terkait pembantaian dan penindasan terhadap Muslim Rohingya di Burma terungkap“.

Saat ini yang dapat kita lakukan adalah menggalang bantuan baik dalam bentuk moril maupun materiil. Dalam bentuk dukungan moril misalnya dengan cara mendesak para penggiat HAM nasional dan internasional agar dapat memberikan perhatian lebih kepada etnis Rohingya. Tagar #SaveRohingya dapat digunakan di Twitter sehingga menjadi trending topic dunia sehingga dapat menarik perhatian yang lebih luas lagi. Banner senada juga dapat dibuat dan digunakan sebagai foto profil (profil picture) di Facebook, Twitter dan media sosial lainnya. Selain itu juga dapat dipasang di blog atau website pendukung gerakan moral ini.

Dukungan materiil dapat berupa penyaluran dana dan bantuan medis kepada LSM yang peduli serta mampu untuk menyalurkan bantuan kepada etnis muslim Rohingya. Jangan memberikan bantuan kepada lembaga yang hanya mampu mengutuk tanpa melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi penyelamatan muslim Rohingya. Tidak masalah apakah LSM tersebut dari kalangan muslim atau bukan, yang terpenting adalah mereka memiliki akses untuk menyalurkan bantuan ke sana.

Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan. (Al Maa’idah: 8)

Bacaan lanjutan:

  1. Beberapa aturan Islam dalam perang dan memperlakukan tawanan
  2. Foto bukti kekerasan etnis Rohingya
  3. PDF berita “TPM Aceh Minta Pemerintah Tutup Vihara Budha” (jika link berita di atas tidak bisa diakses)

Written by syahmins

Juli 31, 2012 at 16:15

Cara Reset AutoNumber di SQL Server

leave a comment »


Cara ini paling nggak berhasil di SQL Server Express 2005, 2008, dan 2012.

USE NamaDatabase;
GO

DBCC CHECKIDENT (NamaTable, RESEED, 100);
GO

Angka 100 adalah nilai awal untuk mereset tabel tersebut. Nantinya data yang kita masukkan akan memiliki ID 101. Untuk mendapatkan ID = 100 maka angka setelah RESEED harus 99.

Written by syahmins

Juli 23, 2012 at 09:43

Nol Kilometer Bireuen

leave a comment »


Posisi:

N 05 12 06,3

E 096 42 24,1

Written by syahmins

Juli 11, 2012 at 10:49

Ditulis dalam Foto, Raon

Tugu Adipura – Banda Aceh

leave a comment »


Adipura adalah sebuah penghargaan untuk kota yang berhasil dalam pengelolaan kebersihan dan tata lingkungan. Perlombaan ini diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun 1986. Sejak pertama kali diselenggarakan, kota Banda Aceh pernah mendapatkan piala ini sebagai simbol kebersihan kota. Untuk mengenang hal tersebut, pemerintah kota Banda Aceh membuat sebuah tugu peringatan. Sempat terbengkalai sekian lama membuat wujud tugu ini menjadi kurang jelas. Syukurlah pada beberapa waktu belakangan ini sang tugu telah kembali berbenah. Sebuah taman telah dibuat mengelilingi sang tugu. Di dekatnya juga telah ada sebuah ATM dari sebuah bank nasional.

Lingkungan yang dikelilingi pohon menjadi salah satu tempat pilihan untuk bersantai bagi para pedagang kaki lima. Saat siang hari, pada salah satu sisi taman akan dipenuhi orang-orang yang kepanasan. Mereka menikmati angin sepoi-sepoi yang dapat mengusir hawa panas.

Warga kota sendiri masih jarang memanfaatkan ruang terbuka ini karena tidak dilengkapi dengan fasilitas memadai seperti kamar mandi umum dan tempat bermain anak. Selain itu kenyataan bahwa taman ini terletak sangat dekat dengan kantor Kodim mungkin membuat warga cenderung menjauhi tempat ini. Faktor trauma kepada militer bisa jadi sangat berperan untuk membuat taman ini tidak ramai.

Tugu ini dibuat untuk memperingati keberhasilan mendapatkan piala Adipura pada tahun 1996 dan 1997.

Sayed Husain Al-Haj adalah orang yang berjasa atas keberhasilan Banda Aceh mendapatkan piala Adipura ini. Pada masanya, ia dijuluki sebagai Wagiman alias Walikota Gila Taman. Beberapa lahan kosong yang ada di kota Banda Aceh disulapnya menjadi taman kota. Penghijauan dilaksanakan dengan sangat teratur. Hasilnya bisa dilihat kini kota Banda Aceh menjadi rindang dengan banyak pepohonan dan taman kota.

Tugu adipura ini berposisi di

N 05 33 05.3

E 95 19 10.4

Written by syahmins

Juli 4, 2012 at 09:10