Kenaikan BBM dan Provokasi Televisi Itu


Udah seminggu lebih pemberitaan di Indonesia tertuju pada satu berita pokok: kenaikan harga BBM sebesar 1.500 rupiah. Semua orang yang dianggap atau mengaku sebagai pakar diwawancanda diwawancara sama berbagai stasiun tivi. Menurut pengamatanku yang udah mulai berpantang nonton tipi ini, kebanyakan mereka yang dipanggil sok ahli itu dan pembawa acaranya lebih banyak mengompori masyarakat melalui acara mereka.

Pernah nonton waktu sedang wawancara Kwik Kian Gie dan Anggito Abimanyu disalah satu tv swasta. Waktu itu mereka berdua mengeluarkan pernyatan mendukung kenaikan BBM dengan segala kalkulasi rasionalnya. Ketika itu si pewawancara selalu mengarahkan kedua nara sumber untuk mengeluarkan pernyataan untuk menjelekkan pemerintah.

Aku memang bukan pendukung setia pemerintah, pun bukan juga orang yang oposisi. Tapi kayaknya keterlaluan kalau tiap hari berita yang ada itu hanya soal gosok menggosok berita BBM ini. Apa sih susahnya bahas kenaikan itu secara rasional anggaran? Hadirkan mereka-mereka yang terlibat dalam penyusunan kebijakan tentang naiknya harga BBM ini. Minta mereka paparkan rumus – rumus njelimet mereka. Hadirkan juga mereka yang kontra dengan kenaikan BBM tapi memiliki kapasitas untuk membahas rumus-rumus njelimet tadi.

Undang juga pihak-pihak yang terkena dampak kenaikan BBM ini, Organda dan pengusaha angkutan lainnya. Bicarakan mengenai solusi kenaikan harga barang yang diakibatkan oleh naiknya ongkos angkut. Dengan begitu situasi masyarakat sedikit banyak bakalan mendingin kan?

Memang itu bukan solusi untuk masalah kenaikan biaya hidup sih, tapi daripada terjadi rusuh dan antrian gak jelas di SPBU dan tempat lainnya yang bisa mengakibatkan situasi jadi gak keruan. Harusnya televisi sebagai kotak yang paling banyak diliat sama manusia di Indonesia ini bisa lebih menggunakan otak mereka untuk menciptakan suasana damai.

9 pemikiran pada “Kenaikan BBM dan Provokasi Televisi Itu

  1. Kenaikan bbm akan menyengsarakan rakyat banyak, semoga saja pemerintah mengeti akan hal tersebut. Subsidi yang dibilang banyak dinikmati oleh kalangan menengah ke atas meskipun benar, kata “banyak” disini apabila dibandingkan dengan jumlah orang kaya dan orang miskin di indonesia tentunya akan mengalami perbedaan pengertian.jumlah orang miskin lebih banyak di indonesia dibandingkan dengan orang kaya.

  2. Fungsi televisi kan memang begitu, apalagi dua stasiun TV berita yang dimiliki dua oknum politisi bernama Paloh dan Bakrie: ya tujuan mereka politik.

    Aku sendiri tak suka dengan alasan BBM naik, karena selama ini explorasi BBM sendiri bukan Indonesia pegang, seperti blok Cepu itu. Kalau menurutkan harga luar terus sementara dalam negeri dikuras, lama-lama air minum pun akan mahal karena yang kelola Danone.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s