the Journal

Kerkhof Peucut

with 3 comments


Kerkoff Peucut adalah kuburan prajurit Belanda yang tewas dalam Perang Aceh. Kompleks kuburan ini banyak tersebar di wilayah Indonesia. Salah satunya terletak di kota Banda Aceh, dan sekarang menjadi objek wisata menarik, khususnya bagi wisatawan mancanegara (terutama wisatawan asal Belanda).

Wikipedia.

Semua orang yang mengerti sejarah pastilah tahu bahwa Perang Aceh adalah perang terpanjang dalam sejarah kolonial Belanda. Perang yang dimulai pada 16 Maret 1873 dengan maklumat perang oleh Kerajaan Belanda kepada Kerajaan Aceh ini berlangsung selama 31 tahun sampai dengan 1904 setelah Sultan menandatangani surat penyerahan kekuasaan kepada Belanda.

Keabsahan dari surat penyerahan kekuasaan ini masih simpang siur. Beberapa kalangan berpendapat hal itu tidak sah karena sebelumnya Sultan Muhammad Daud Syah telah melakukan serah terima kekuasaan kepada Teungku Chik di Tiro. Hal ini terutama digaungkan oleh kalangan GAM melalui pimpinan mereka ketika itu (Muhammad Hasan di Tiro).

Sumber sejarah yang mengupas hal itu masih sangat terbatas sehingga kita tidak mendapatkan gambaran yang jelas tentang hal itu.

Bagaimanapun, Perang Aceh adalah perang yang sangat banyak memakan korban dari kedua belah pihak. Menurut catatan Karl May, perang ini telah memakan biaya 456.000.000 Gulden dan lebih dari 400.000 penduduk lokal tewas. Angka tersebut berasal dari tahun 1899.

Angka prajurit Belanda yang tewas tidak dapat dipastikan, tapi di Kerkhof Peucut ini dikuburkan lebih kurang 2000 prajurit dari berbagai tingkatan. Mulai dari prajurit biasa hingga jenderal. Mulai yang Kristen hingga Yahudi. Mulai dari orang tua hingga anak-anak. Selain itu juga terdapat kuburan putra Sultan Iskandar Muda yang tewas dirajam karena ketahuan berzina dengan istri salah seorang perwira kerajaan. Penggabungan kuburan putra Sultan dan kuburan prajurit Belanda inilah yang melahirkan nama Kerkhof Peucut. Kerkhof berasal dari bahasa Belanda yang berarti kuburan dan Peucut yang berasal dari kata Pocut yang berarti anak kesayangan.

Areal perkuburan ini terletak di pusat kota Banda Aceh (5°32’49″N   95°18’51″E). Untuk mencapainya sangat mudah. Semua becak dapat meluncur ke sini dengan biaya 3000/km. Jika menggunakan kendaraan pribadi dapat juga menanyakan kepada siapa saja yang bertemu di jalan pasti mereka dapat menunjukkan dengan tepat lokasinya.

Areal pekuburan ini dikelola oleh Yayasan Peutjut Fonds yang berpusat di Belanda. Yayasan inilah yang selama ini lebih banyak memberikan dana pengelolaan areal pekuburan ini. Sebenarnya banyak yang dapat dilihat dan dilakukan di area ini. Wisata sejarah tentu akan sangat menarik jika dipadukan dengan seorang pemandu yang handal dan cakap dalam menceritakan tentang areal ini.

Beberapa tempat telah dibuatkan bangku-bangku untuk duduk jika kaki telah lelah melangkah mengitari sekeliling areal. Suasana yang sejuk dengan pepohonan dan hijau rumput juga mendukung tempat ini sebagai salah satu tempat berwisata sejarah yang masih asri. Sayangnya lokasi ini masih terkesan kurang “dijual” kepada publik sehingga banyak yang kurang familiar dengan isi dalam areal pekuburan ini. Banyaknya cerita seram yang beredar juga membuat masyarakat cenderung untuk menjauhi kawasan ini.

Photografer adalah orang yang paling getol menyambangi Kerkhof Peucut. Tempat ini adalah salah satu tempat eksotis untuk berburu. Lihat saja dua hasil jepretan ini.

Selain dari para photographer yang biasanya menyambangi kawasan ini untuk berburu objek foto, bisa dibilang tidak ada orang lain yang tertarik. Salah satu keuntungan dari ketidak ramaian pengunjung ini adalah lingkungan yang asri. Sampah yang ada hanya daun dari pepohonan tidak ada sampah plastik dan sisa makanan. Lingkungan yang tenang juga menjadikan areal ini layak dijadikan pertimbangan untuk tempat keluarga berwisata sambil menceritakan kehebohan Perang Aceh di masa lalu.

Foto Kerkhof Peucut bisa dilihat di sini.

Lokasi dapat dilihat di Wikimapia.

Written by syahmins

Maret 12, 2012 pada 13:11

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. unik juga mengambil gambar di kherkof😀

    Arif

    Maret 15, 2012 at 02:39

    • hahahaha………..

      tempatnya sih eksotis, selama gak ada bayangan itam dibelakang kita😀

      syahmins

      Maret 15, 2012 at 12:14

      • 😆

        Teumamong ka gabuek unteuk😆

        Alex©

        April 1, 2012 at 20:56


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: