the Journal

Blang Padang: Alun-Alun Kota Banda Aceh

with 11 comments


Di bumi kita alun-alun sudah jadi ciri khas kota tradisional. Apalagi untuk kota kabupaten, alun-alun adalah jantung kota. Coba kalian telusuri kota-kota di khatulistiwa ini, pasti yang pertama ditanyakan, “Alun-alun sebelah mana, ya?” Karena di sanalah semua kegiatan terpusat. Mulai dari kantor bupati, kantor pos, bank, mesjid, gereja, dan perkantoran lainnya. Alun-alun juga bisa berfungsi sebagai pusat kebudayaan kota. Setiap hari nasional atau hari besar, alun-alun akan ramai oleh beragam kegiatan. Apalagi Lebaran. Wah, semua orang tumplek ke sana. Lantas kita sholat Ied sambil ngeceng!

– Balada si Roy –

Seperti kutipan novel Balada si Roy, Blang Padang adalah sebuah lapangan yang terletak di pusat kota Banda Aceh. Lapangan ini dulunya adalah alun-alun kerajaan Aceh Darussalam. Di sini biasanya diadakan latihan baris-berbaris, latihan perang-perangan serta tempat untuk menambatkan gajah kerajaan pada saat itu.

Sebelum tsunami pada tahun 2004, lapangan ini biasanya digunakan warga kota Banda Aceh untuk melakukan kegiatan olah raga seperti joging dan sepak bola selain kegiatan upacara pada hari-hari tertentu. Pada saat itu lapangan masih dalam kondisi apa adanya. Pemeliharaan rutin hanya dilakukan ala kadarnya dengan cara memotong rumput liar yang memanjang.

Pada saat tsunami melanda Banda Aceh, di lapangan ini tengah diadakan acara olah raga mingguan yang rutin diadakan setiap hari minggu pagi. Senam Jantung Sehat dan lari pagi adalah contohnya. Hari itu tempat ini menjadi tempat warga sekitarnya berlari menyelamatkan diri dari kemungkinan bangunan rubuh. Banyak orang yang panik ketika air datang dari beberapa arah sehingga pada saat itu banyak yang meninggal di tempat ini.

Saat ini lapangan Blang Padang masih tetap mempertahankan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau bagi masyarakat kota Banda Aceh. Selain sebagai tempat berolahraga, lapangan ini juga menjadi ajang wisata kuliner khususnya makanan Jawa Barat seperti bubur ayam, siomay dan mie ayam. Tapi jangan mencari makanan berat berupa nasi disini. Kalau cuma sekedar mie dan jajanan ringan bolehlah datang dan duduk disini. Dengan mengusung jajanan ala kaki lima tempat ini layak dipertimbangkan bagi para pemburu kuliner. Murah meriah dengan cita rasa yang lumayan.

Sambil duduk kita bisa menikmati hamparan rumput hijau serta melihat orang yang lalu lalang berolahraga di lapangan. Ini adalah tempat yang tepat untuk sekedar cuci mata dan menghabiskan waktu sambil jajan.

Kita juga bisa berkunjung ke monumen RI – 001 Seulawah yang terletak di salah satu pojok lapangan. Monumen ini sebagai salah satu bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih dari pemerintah kepada rakyat Aceh atas bantuan dua buah pesawat ketika zaman mempertahankan kemerdekaan.

Selain itu kita juga dapat melihat monumen Thanks to the World yang dibuat sebagai ucapan terima kasih kepada negara-negara yang terlibat dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca tsunami. Ucapan terima kasih ini juga dapat dilihat dari prasasti yang tersebar di sekeliling lapangan di pinggir jogging track. Prasasti ini memuat ucapan terima kasih dalam berbagai bahasa negara-negara yang terlibat kegiatan tersebut.

Sayangnya tempat ini hanya dibuka dari pagi hingga menjelang maghrib saja. Selepas maghrib tempat ini bagaikan tak ada yang memiliki. Tak ada penerangan yang memadai. Padahal beberapa tahun yang lalu lapangan ini memiliki penerangan yang cukup baik pada malam hari sehingga warga kota dapat duduk menikmati aneka jajanan di dekat monumen RI-001. Mungkin karena kebersihan yang tidak terjaga menjadikan lapangan ini ditutup pada malam hari. Karena gelap inilah beberapa pasangan muda menjadikan tempat ini salah satu tempat favorit untuk pacaran :D Padahal jika lampu penerangan dihidupkan lapangan ini bisa jadi tempat alternatif bermain keluarga.

Peralatan listrik tenaga surya bukanlah barang mahal untuk saat ini. Selain menghemat anggaran listrik yang diambil dari masyarakat setiap bulannya,  listrik tenaga surya juga menghemat penggunaan listrik dari PLN sehingga memperkecil defisit listrik pada jam tertentu. Dengan adanya penerangan bertenaga surya, orang-orang yang ingin berolahraga pada malam hari tentunya tidak akan takut dengan masalah keamanan atau tuduhan berkhalwat. Secara otomatis juga akan memperkecil jumlah orang berpacaran pada malam hari. Pacaran ditempat terang tentu tidak semua orang dapat menikmatinya kan😀 Jangan sampai isu syariat jadi membuat warga kehilangan haknya untuk mendapatkan tempat bersantai yang murah meriah. Jika ada anggaran ada baiknya dipergunakan untuk kemaslahatan warga, daripada hanya dipakai untuk uang sidang dan jalan-jalan pejabat.

Pemko Banda Aceh bisa saja mengutip iuran bagi para pedagang yang berjualan di sekitar atau di dalam lapangan ketika malam serta dari para pengunjung. Uangnya digunakan untuk membayar tenaga kebersihan untuk membersihkan lapangan dari sampah. Selain itu juga dapat dilakukan penyadaran kepada para pedagang untuk membereskan lapak jualan mereka ketika mereka tutup sehingga kerja para tukang sampah tidak terlalu berat kerjanya.

Posisi lapangan ini terletak pada Lat:   5°32’59.95″N Long:  95°18’50.52″E.

Foto-foto bisa diliat disini.

Written by syahmins

Februari 29, 2012 pada 17:47

11 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. mantap, semoga ini tulisan dibaca sama Dinas Pariwisata karena modal untuk meningkatkan wisata

    Aulia

    Februari 29, 2012 at 22:20

  2. Hehehe. Kau masukkan opini serambi saja, Min:mrgreen:

    Alex©

    Maret 2, 2012 at 15:37

    • masuk artikel pilihan Aceh Blogger aja😀

      Aulia

      Maret 7, 2012 at 16:19

      • Eh, ada fitur artikel pilihan di Aceh Blogger?😕

        Alex©

        Maret 7, 2012 at 20:35

      • ada, yg sebelah kiri itu lho kan klo gak salah blog Cobain kan masih nangkring disana tuh😀

        Aulia

        Maret 8, 2012 at 02:37

      • 😆
        Ngapain pula postingan curcol itu di situ. Masih banyak postingan yang lain lebih berguna. Malu aku =))

        Alex©

        Maret 8, 2012 at 02:53

      • huahaha, artikel pilihan itu boleh kategori apa aja :))
        jgn semak2 lapak orang ayo pindah ke lapak lain😀

        Aulia

        Maret 8, 2012 at 03:33

      • wuih ada blognya si @alex tu…

        seleb blog emang beda🙂

        syahmins

        Maret 8, 2012 at 10:10

      • Seleb blog darimana kau, Min? Jumlah postinganku saja lebih sedikit daripada yang lain😛

        Alex©

        Maret 11, 2012 at 22:34

  3. jadi gaduh ternyata disini :))

    Aulia

    Maret 11, 2012 at 22:42

  4. walah… jadi masuk ke artikel pilihan😀
    *sapu pipi pake pemerah*

    syahmins

    Maret 12, 2012 at 10:30


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: