the Journal

Sabil: Prahara di Bumi Rencong

with 3 comments


Sabil adalah sebuah novel yang mengikuti tren baru pernovelan di Indonesia. Mengambil latar belakang sejarah Perang Aceh yang legendaris, novel ini berusaha membangkitkan romantisme jihad perang untuk mempertahankan negara. Novel ini adalah bagian pertama dari dwilogi yang ditujukan untuk menceritakan keperkasaan Cut Nyak Dhien, seorang panglima perang wanita yang berhasil membuat Belanda kocar-kacir pada rentang awal perang Aceh.

Pada awalnya gak ada harapan tertentu ketika memegang buku ini. Cuma berharap buku ini bisa menemani duduk bertapa di pos jaga malam. Apa sih yang bisa diceritakan oleh anak muda saat ini tentang kengerian perang legendaris itu? Apalagi ini cuma novel. Pasti ringan dan banyak berbelok ke hal-hal yang gak relevan. Itu beberapa hal yang melintas dipikiran ketika mengajak novel ini pulang dari tempat penyewaan buku.

Novel setebal sekitar 700 halaman ini habis sekitar 300 halaman sekali duduk di pos ronda😀

Tokoh utama di novel ini adalah Teuku Nanta Seutia, seorang panglima perang Kerajaan Aceh dan juga ayah dari Cut Nyak Dhien. Beberapa bumbu penyedap diselipkan dengan manis seperti perebutan takhta kerajaan, jilat-menjilat antar pejabat dengan atasan serta hasut-menghasut. Diselipkan juga mengenai beberapa diplomasi yang dilakukan Aceh ke Singapura untuk melobi duta besar Inggris, Amerika dan beberapa negara lain. Pengiriman utusan kerajaan ke Turki untuk meminta bantuan ke Khalifah saat itu juga dibeberkan walaupun tidak detail. Cerita mulai seru setelah lewat dari halaman 300. Aceh yang sedang bersiap menghadapi perang dengan Belanda, tekanan yang dirasakan di Dalam dan juga di seluruh wilayah kerajaan diceritakan dengan apik.

Epic dari novel ini adalah Perang Aceh tahap pertama yang meletus dengan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Kohler. Diceritakan bagaimana pejuang Aceh bertahan dan menangis ketika melihat mesjid kebanggaan mereka hancur, juga diceritakan bagaimana marahnya para pejabat Belanda di Batavia dan Den Haag ketika menerima kabar kekalahan itu.

Walaupun begitu ada beberapa kesalahan pengejaan yang mungkin agak mengganggu untuk orang Aceh sendiri seperti misalnya penulisan Lueng Bata yang menjadi Longbata atau geuchik menjadi keucik. Mungkin bentuk penulisan seperti itu dilakukan untuk  mempermudah para pembaca non Aceh walaupun bagi mereka yang mengerti bahasa Aceh akan menjadi terasa janggal.

Dengan mengabaikan beberapa hal seperti kesalahan pengejaan, novel ini layak untuk dibaca dengan didampingi beberapa buku sejarah jika ingin mengetahui sejarah Perang Aceh dan Cut Nyak Dhien itu sendiri. Bagaimanapun perang ini adalah perang terpanjang di dunia dalam mempertahankan kemerdekaan suatu bangsa. Sejarah juga mencatat Perang Aceh adalah yang terbanyak memakan korban baik nyawa maupun harta dalam upaya menggagalkan niat Belanda mencaplok wilayah ini.

Bacaan lebih lanjut:

  1. Wikipedia: Perang Aceh
  2. Wikipedia: Cut Nyak Dhien
  3. Peran Tengku Arifin dalam Perang Aceh: agen ganda dalam diplomasi

Gambar cover buku diambil dari bukabuku.com

Written by syahmins

Februari 3, 2012 pada 15:48

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Cuma berharap buku ini bisa menemani duduk bertapa di pos jaga malam

    😆
    Curcol dia. Wakakakaka.😆

    Alex©

    Februari 11, 2012 at 18:18

    • kabar gembira, pj gubernur bakalan minta peninjauan ulang mengenai jaga malam.
      *joget-joget

      syahmins

      Februari 14, 2012 at 10:22

  2. Masa?:mrgreen:

    Memang biadab itu jaga malam, dari jaman konflik nggak usai-usai. Kayaknya cuma di Aceh saja paling getol jaga malam. Camkimak memang.

    Alex©

    Februari 15, 2012 at 06:41


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: