the Journal

Archive for November 2011

Kelebihan dan Kekurangan DevInfo

leave a comment »


DevInfo sebagai perangkat lunak yang digunakan untuk memonitor tujuan pembangunan milenium pada beberapa negara tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman menggunakan DevInfo untuk membangun AcehInfo selama 4 versi (lebih kurang 3 tahun) mulai dari DevInfo 5.0 hingga versi 6.0

Download disini.

Written by syahmins

November 28, 2011 at 15:34

Taman Kota

with 2 comments


Keterangan gambar:

Lokasi: Taman Kota di depan kantor Percetakan Negara Banda Aceh

Lokasi: lat=5.5542969 lon=95.3181928

Kamera: HTC Touch II (semua setingan otomatis)

Diolah dengan menggunakan FastStone Image Viewer

Written by syahmins

November 23, 2011 at 17:31

Mengatasi Bug Chrome Yang Tidak Mau Jalan di Fedora 15

leave a comment »


Sudah dua bulan ini Fedora 15 berhasil menggantikan Kubuntu di laptopku berdampingan dengan Windows 7. Awal instalasi semua berjalan lancar dan seperti biasa aku langsung menjalankan perambah bawaan dalam hal ini Firefox untuk mengunduh Chrome. Proses instalasi berjalan lancar, cuma download file RPM dari Google dan melakukan pekerjaan malas (klik sana-sini). Proses menjalankan Chrome pertama kali juga gak ada masalah, semua berjalan lancar. Tapi semua berubah ketika negara api menyerang.

Tapi setelah melakukan beberapa kali update sistem masalah datang dengan wujud Chrome tidak mau jalan. Masih gak ada masalah sih harusnya, kan ada rubah api… Tapi dengan segala rasa penasaran yang menghadang maka Google kembali terbuka di perambah rubah api. Pencarian dengan kata kunci “SELinux is preventing /opt/google/chrome/chrome from execmod access on the file /opt/google/chrome/chrome.” membawa ke beberapa postingan di Bugzilla Redhat

Dari sekian banyak solusi, ini yang paling sesuai dan berhasil kucoba di laptopku. Jadi dipostingan tersebut dijelaskan bahwa entah  bagaimana /etc/selinux/DirektoriTarget sudah korup dan harus diperbaiki dengan menggunakan perintah berikut dari terminal

yum reinstall selinux-policy-targeted

Setelah perintah dijalankan (harus konek ke internet dulu dong) maka permasalahan selesai. Problem solved.

Written by syahmins

November 14, 2011 at 15:29

Di Al Haram Tak Ada Yang Tersinggung

leave a comment »


Postingan kali ini diambil dari tulisan Dahlan Iskan (Meneg BUMN) yang dikopi seutuhnya dari sini. Semoga bisa menjadi pelajaran bertoleransi baik antar umat beragama maupun sesama pemeluk Islam sendiri.

—————————————————————————————————————————————

Catatan Dahlan Iskan yang Kembali Berlebaran di Makkah (3)

Di sini bukan hanya simbol-simbol ibadah agama yang harus kalah oleh kepentingan umum, bahkan ibadah itu sendiri. Di sini terjadi, ibadah bisa ditafsirkan sebagai kepentingan pribadi yang di atas itu berarti masih ada kepentingan umum yang harus diutamakan, apa pun arti kepentingan umum itu.

Di sini, di dalam masjid yang teragung ini, tak terbayangkan sembahyang ada kalanya harus kalah oleh kepentingan umum. Di dalam Masjid Al Haram Makkah Al Mukarramah ini, sembahyang bisa tiba-tiba dihentikan: ketika sembahyang itu menghalangi berfungsinya fasilitas umum.

Di sini begitu sering terjadi: ketika salat baru saja dimulai, petugas sudah datang menyuruhnya berhenti. Bahkan menyuruhnya pergi. Menyuruh pindah lokasi (menyuruhnya kadang dengan mendorong-dorong orang yang lagi khusyuk sembahyang itu) agar tugas membersihkan lantai itu tidak terhalangi.

Bagaimana bisa terjadi di sini, di dalam masjid yang paling dimuliakan di bumi ini, orang yang lagi sembayang bisa mengalah: mengalah dengan kepentingan dibersihkannya lantai. Mengalah demi  kelancaran arus orang yang berlalu-lalang.

Hanya di sinilah, di dalam masjid ini, petugas berlaku sangat tegas. Mulai petugas ketertiban hingga petugas pengepel lantai. Mereka begitu tidak peduli terhadap kepentingan pribadi. Kalau lantai itu sudah waktunya disiram cairan kimia sebelum dipel, petugas cukup berteriak: pergi! pergi! Dan bagi yang tidak pergi, dengan alasan lagi sembahyang sekalipun, tak terhindarkan: kakinya bakal disiram. Kalaupun basah itu belum membuatnya beranjak, alat pengepel yang besar akan menyingkirkan orang yang lagi sembahyang itu. Kebersihan bukan saja sebagian dari iman sebagaimana doktrin Islam, tapi juga menjaga kebersihan masjid yang tidak pernah kosong itu adalah bagian dari kepentingan umum yang harus diutamakan, mengalahkan orang sembahyang yang jelas-jelas hanya untuk kepentingan pribadi orang itu.

Demikian juga petugas ketertiban masjid itu. Tidak kalah tegasnya. Kalaupun ada yang ngotot sembahyang di dalam masjid, tapi menempati jalur jamaah yang digunakan lalu-lalang (entah jalur ke Kakbah atau ke Sofa/Marwa, atau juga ke pintu-pintunya, jangan harap bisa tenang. Di tengah Anda sedang sembahyang pun badan Anda bisa ditarik-tarik atau disorong agar hengkang.

Tidak ada yang tersinggung. Misalnya dengan alasan telah melecehkan orang yang lagi bersembahyang. Tidak ada yang marah. Misalnya dengan alasan menghina orang yang lagi beribadah. Tidak ada yang protes. Misalnya dengan alasan praktik keagamaan telah dihinakan.

Di sini, hanya di sini, terjadi peraturan ditegakkan mengalahkan peribadatan. Di sini, hanya di sini, terjadi orang tidak bisa memaksakan kepentingan pribadi dengan dibungkus alasan keagamaan sekalipun.

Saya pun tertegun: mengapa di sini orang tidak mudah tersinggung? Mengapa di sini orang tidak mudah marah?

Di sini, lagi-lagi hanya di sini, tidak ada jamaah yang tersinggung oleh sandal dan tidak marah oleh sepatu. Biarpun sandal itu dan sepatu itu ditaruh begitu saja di belakang tumit kakinya yang berarti juga tempat wajah bersujud bagi barisan jamaah di belakangnya.

Di sini tidak ada yang memperdebatkan membawa najiskah sandal itu? Tidak ada yang tersinggung mengapa sandal masuk masjid.

Ataukah citra sandal dan sepatu yang identik dengan najis memang sudah waktunya harus berubah? Dulu, di masa yang lalu, ketika di sekitar masjid masih berkeliaran ayam dan kambing, ketika masyarakat sekitar masjid masih sangat agraris, barangkali sandal dan sepatu memang sering bernajis. Tapi, kini? Ketika dari rumah langsung masuk mobil dan dari mobil masuk ke masjid, masih adakah potensi najis itu? Atau dalam kasus Makkah, sandal itu hanya mondar-mandir dari hotel ke masjid? Tidakkah sudah lebih kecil jika dibandingkan dengan potensi najis dari kencing cicak dan coro dan tikus (eh, kencing jugakah cicak?) yang berkeliaran di dalam masjid?

Di sini, di Masjid Al Haram yang sangat agung ini, bermula perubahan sikap akan sandal dan sepatu. Juga pengutamaan kepentingan umum atas kepentingan pribadi –biarpun kepentingan pribadi itu terbungkus keagamaan dan peribadatan.

Written by syahmins

November 7, 2011 at 09:11

Ditulis dalam Opini

Tagged with ,

Error 5123 di MS. SQL Server

leave a comment »


Kasus ini berawal dari permintaan pak bos untuk mengirimkan data SQL Server ke emailnya dia. Dikasi petunjuk bahwa caranya adalah dengan klik kanan nama databasenya kemudian pilih Detach, sampai disini gak ada masalah. Berkas database sudah dikompres dan dikirimkan ke emailnya pak bos. Saatnya menggabungkan kembali database tersebut ke SQL Server. Klik kanan trus pilih Attach kemudian pilih database yang dimaksud. Bencana datang ketika tombol OK ditekan. Keluar sebuah jendela pemberitahuan yang intinya tidak dapat melakukan hal itu karena Access Denied.

WTF…

Langsung mengeluarkan jurus LMGTFY sebagai jurus utama dan satu-satunya.

Setelah mengikuti beberapa petunjuk dari empat website maka jalan yang dapat ditempuh dengan selamat dan gampang adalah:

Klik Start Menu kemudian pada SQL Server Management Studio (Express) klik kanan dan pilih Run as administrator. Jendela SQL Server Management Studio (Express) akan terbuka seperti biasa, loginlah seperti biasa dan lakukan kembali proses Attach database. Voilaaaaaaaaaaaa………………………..

It works….!!!

Written by syahmins

November 2, 2011 at 09:43