the Journal

Archive for Oktober 2011

Aplikasi Gratis Berbasis Windows

leave a comment »


Ketika pertama kali membeli laptop pribadi pada akhir 2010 mendadak aku pengen menjadikannya 100% legal. Dalam artian semua perangkat lunak yang aku pakai di dalamnya haruslah yang halal baik itu beli atau menggunakan perangkat lunak gratis. Hal ini berangkat dari sudah tersedianya Microsoft Windows 7 Home Premium resmi dengan stikernya di laptop tersebut. Berhubung udah sekian lama jadi pengikutnya Kapten Jack Sparrow dan sebagai bangsa petani yang baik maka niat ini harus terwujud.

Apa? Terlalu idealis kedengarannya ya? Atau terlalu seram dan geek? Gak juga tuh, banyak kok prangkat lunak gratis yang sekarang tinggal klik sana-sini tanpa harus pusing mengkonfigurasinya. Linux aja sekarang udah ada tampilan indahnya kok, gak cuma hitam putih dengan kedipan yang membuat jengkel itu.

Jadi inilah daftar perangkat lunak pengganti dengan lisensi GPL (Gak Pake Lisensi) ūüėÄ :

Perangkat Lunak Kantoran (Pengganti Microsoft Office)

  1. Open Office
  2. Libre Office

Kedua perangkat lunak perkantoran di atas adalah saudara kembar, lain bapak lain ibu tapi satu pembantu (jiaaaahhh…). Dulunya dibuat oleh tim yang sama sampai kemudian Open Office diambil alih oleh Sun untuk dikembangkan oleh mereka. Sebagian orang yang tidak ingin proyek tersebut dikuasai oleh satu perusahaan membentuk The Document Foundation¬†yang bertugas mengembangkan Open Office dengan nama baru yaitu Libre Office.

Tampilannya keduanya mirip dengan Microsoft Office 2003 sehingga memudahkan migrasi dari Microsoft Office ke salah satu dari mereka. Enaknya memakai salah satu paket aplikasi ini adalah mereka dapat membuka dan mengedit berkas Microsoft Office dan menyimpannya kembali dalam format yang sama. Dukungan berkas ini dapat membuka sampai Microsoft Office 2010.

Anti Virus

  1. AVG versi gratis
  2. Avira Anti Vir versi personal
  3. SMADAV
Web Development

Menawarkan kemudahan seperti Adobe Dreamweaver, membuat perangkat lunak ini menjadi pilihan pertama. Tapi ada yang menjengkelkan yaitu kurang fleksibel dalam pembuatan berkas. Setiap berkas yang dibuat selalu ada Doc Type Declaration sesuai standar W3C.

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN"
      "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">

Dan itu tidak bisa dihapus, bahkan jika kita mengedit menggunakan Notepad tapi ketika kita buka kembali dengan Kompozer akan tetap keluar tulisan itu dibagian atasnya. Memang gak jadi masalah sih tapi tetap aja gak enak diliat ūüėÄ

Desain Grafis

Patut kuakui, penggunaan Adobe PhotoShop selama ini cuma terpakai untuk mengecilkan gambar (resize), memotong (crop) atau mengedit warna (sepia, classic, dll) jadi daripada menghabiskan kapasitas besar hanya untuk itu maka FastStone Image Viewer menjadi pilihan. Kemampuannya untuk melakukan hal Рhal di atas menjadikan perangkat lunak ini pilihan untuk mengganti Adobe Photoshop. Selain itu, GIMP juga dapat dijadikan alternatif lain untuk mengolah grafis yang disediakan gratis.

Untuk menggantikan Corel Draw, Adobe Illustrator dan Xara bisa menggunakan Ink Scape yang bisa diperoleh secara gratisan. Bisa digunakan untuk membuat dan mengedit file SVG menjadikan perangkat lunak ini menjadi pilihan alternatif berbagai perangkat lunak berbayar.

Aplikasi lainnya standar; FileZilla, Google Chrome, Thunderbird, Winamp dan 7Zip adalah perangkat lunak pelengkap lainnya.

Jadi laptop dengan perangkat lunak berbasis Microsoft Windows tanpa menjadi anggotanya Kapten Jack Sparrow dan sebagai bangsa petani yang baik itu gak susahkan?

Iklan

Written by syahmins

Oktober 26, 2011 at 11:01

Jadi Pekerja Sukarela Online Yuk…

leave a comment »


Ingin menjadi pekerja sosial atau sukarela dan membuat perubahan tapi gak mau meninggalkan kehidupan anda sekarang? Pekerja sukarela secara online adalah jawabannya. Pekerja sukarela online (online volunteer) adalah sebuah program dari United Nations Volunteer yang menjadi jembatan penghubung antara tenaga sukarelawan yang ingin menyumbangkan pikiran mereka dan lembaga yang membutuhkan.

Ada sembilan sektor pekerjaan yang dapat dipilih dari website tersebut yaitu:

  1. Desain (design)
  2. Training dan Pelatihan (training and coaching)
  3. Menulis dan mengedit (Writing and editing)
  4. Pengembangan Proyek dan Manajemen (Project development and management)
  5. Riset (research)
  6. Pengembangan Teknologi Informasi (IT development)
  7. Koordinasi dan fasilitasi (coordination and facilitation)
  8. Consulting (konsultasi)
  9. Translation (menterjemahkan)

Selain itu juga terdapat 13 jenis topik yang bisa kita pilih sesuai dengan minat kita, seperti: pendidikan, kesehatan, gender, budaya dan lain – lain. Kita juga dapat memilih pekerjaan yang akan kita lakukan sesuai dengan ketersediaan waktu kita, ada empat pilihan waktu yang disediakan mulai 6-10 jam seminggu sampai dengan lebih dari 20 jam seminggu. Selain itu juga dapat dipilih berdasarkan wilayah yang kita inginkan, saat tulisan ini dibuat ada enam area kerja yang tersedia untuk ditangani.

Manfaat yang kita dapatkan dari kegiatan ini antara lain adalah:

  1. Ikut serta dalam menciptakan perubahan
  2. Mendapatkan pengalaman kerja paruh waktu di lingkungan dengan multi kultur internasional.
  3. Mendapatkan pengetahuan baru dan mengembangkan kemampuan
  4. Mengembangkan jaringan pertemanan yang baru
Tertarik? Berikut ini adalah beberapa perbedaan yang bisa anda lakukan dengan hanya duduk di depan komputer anda:
  1. Mengembangkan kapasitas organisasi dari suatu LSM
  2. Meningkatkan sumber daya organisasi
  3. Memperluas jaringan organisasi
Nah sebelum anda mendaftarkan diri untuk ikut kegiatan ini ada baiknya melihat apakah anda memiliki syarat-syarat berikut:
  1. Punya koneksi internet dan email
  2. Menyukai komunikasi secara online
  3. Pertimbangkan keinginan-keinginan anda. Apa motivasi anda? Apa harapan anda? Apa kemampuan dan keahlian yang bisa anda tawarkan? Menjawab beberapa pertanyaan ini mungkin dapat membantu anda untuk bergabung.
  4. Menyadari perbedaan budaya
  5. Punya waktu luang yang cukup
Nah jika anda yakin bisa memenuhi lima kriteria di atas maka segera klik di sini untuk melakukan registrasi ke website Online Volunteer dan memulai perubahan dari depan komputer anda.

Written by syahmins

Oktober 17, 2011 at 15:35

Ditulis dalam Kerjaan, Opini

Tagged with ,

(Museum) Hotel Aceh

with one comment


Generasi muda Aceh yang lahir tahun 1990 ke atas hampir dapat dipastikan tidak pernah mendengar nama Hotel Aceh ditelinga mereka. Nama hotel ini asing bagi sebagian besar kaum muda Aceh padahal di hotel ini telah terjadi sebuah peristiwa sejarah yang menjadi titik tolak bersatunya Aceh dengan Republik Indonesia serta menjadi salah satu alasan timbulnya pemberontakan Daud Beureueh yang makamnya sekarang seolah tak dipedulikan orang di Beureunun.

Tercatat bahwa pada tahun 1948, Soekarno yang ketika itu menjabat sebagai presiden pertama Republik ini melakukan kunjungan kerja ke daerah Aceh dengan didampingi oleh Muhammad Natsir. Kunjungan kerja itu antara lain untuk bertemu dengan para pemuka Aceh termasuk di dalamnya Daud Beureueh. Pada kesempatan itu, Presiden mengeluhkan tentang keadaan Republik yang sedang kekurangan modal perjuangan. Salah satu ruangan di Hotel Aceh menjadi saksi ketika Presiden memohon bantuan dari para saudagar Aceh yang ikut dalam pertemuan tersebut yang berhasil mengumpulkan dana untuk membeli sebuah pesawat yang kelak bernama RI-001 dan janji untuk membelikan sebuah pesawat lain yang kelak diberi nama RI-002. Peristiwa lain yang juga terjadi di Hotel Aceh adalah sebuah peristiwa fenomenal ketika Presiden Soekarno menangis ketika Daud Beureueh tidak percaya bahwa Indonesia akan berdiri berdasarkan hukum Islam. Rakyat Aceh dari seluruh pelosok berbondong-bondong memberikan harta mereka demi berjalannya roda kegiatan Republik ketika itu. Jumlah seratus rupiah kala itu sangatlah besar. Sebagai gambaran, pada saat itu dengan uang 150 rupiah kita dapat membeli seekor sapi dewasa.

Kejadian-kejadian bersejarah itu saat ini mulai terlupakan ditengah hiruk pikuknya kehidupan kota Banda Aceh yang sedang berbenah dan mempercantik diri. Hotel Aceh yang telah habis terbakar sekitar 10 tahun yang lalu kini menjadi sebuah hamparan tanah kosong di depan Mesjid Raya Baiturrahman.

Pada awal setelah kejadian kebakaran tersebut, sebuah jaringan hotel besar ingin membangun sebuah hotel berskala internasional. Nama Novotel Aceh sudah santer terdengar di penjuru kota, tapi entah mengapa hingga sekarang patok-patok yang telah ditanam tak jua mewujud menjadi sebuah hotel.

Aku masih teringat dengan sebuah kenangan masa kecil. Ketika itu aku sering diajak oleh kakek untuk ikut shalat Subuh di Mesjid Raya, setelah selesai shalat biasanya kami berjalan kaki mengelilingi lapangan Blang Padang untuk kemudian mampir di beranda Hotel Aceh untuk sarapan nasi gurih. Kenangan lain hotel itu adalah ketika aku bermain dengan beberapa teman di paviliun belakang yang sering kebanjiran ketika hujan atau tertutup debu dan daun asam jawa ketika kemarau. Aku yakin banyak kenangan warga kota Banda Aceh terkait dengan Hotel Aceh ini.

Sebuah prasasti bertuliskan¬†“Di lokasi ini pernah bediri Hotel Aceh tempat Presiden Soekarno singgah¬†dalam undangannya ke Aceh pada Juni 1948.¬†Di hotel inilah Soekarno sambil menangis tatkala meminta rakyat Aceh¬†untuk membantu membeli pesawat guna kepentingan diplomatik Indonesia.¬†Kedua pesawat sumbangan rakyat Aceh kemudian diberi nama Seulawah 01 dan Seulawah 02.”¬†dalam bahasa Aceh, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris kini menjadi saksi bisu tentang keberadaan Hotel ini.

Untuk mengenang sejarah yang kini mulai terlupakan itu, alangkah baiknya jika pemerintah daerah kembali membangun Hotel Aceh dalam bentuk aslinya dan kemudian menjadikannya sebuah situs sejarah bagi rakyat Aceh dan Indonesia. Sebuah situs sejarah yang akan terus mengingatkan kita bahwa Aceh berperan besar dalam mempertahankan Republik ini. Juga sebuah sejarah bahwa Aceh adalah penyumbang dua buah pesawat sebagai cikal bakal Garuda Indonesia. Situs sejarah tersebut dapat memuat foto-foto dan diorama kejadian pada masa itu, yang aku yakin beberapa orang tua di Aceh masih menyimpannya dan akan memberikan dokumentasi tersebut secara sukarela.

Semoga ini dapat terwujud sehingga peran serta Aceh dalam perjuangan mempertahankan Republik tidak akan dianggap cerita omong kosong bagi para generasi mendatang.

Sumber Gambar:

  1. Kuitansi diambil dari sini
  2. Gambar depan Hotel Aceh diambil dari sini.
  3. Gambar kondisi Hotel Aceh saat ini diambil dari sini.

Written by syahmins

Oktober 12, 2011 at 21:26

Beureunun – Tempat Peristirahatan Pejuang Yang Memberontak

with one comment


Beureunun adalah sebuah kota kecil yang terletak sekitar 15 menit perjalanan menggunakan mobil dari kota Sigli. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari kota kecil ini yang pantas untuk disinggahi. Tidak ada makanan khas daerah yang membuat daerah ini jadi tempat persinggahan bagi para pelintas jalan Banda Aceh – Medan.

Tapi dari semua ketidakistimewaan yang ada di kota ini, sebenarnya ada satu keistimewaan yang tersembunyi di dalam komplek mesjid Beureunun dan jarang diketahui oleh masyarakat yang lalu lalang di jalan lintas Banda Aceh – Medan. Sebuah situs sejarah Indonesia yang terlupakan itu berupa sebuah makam yang terletak di sebelah barat mesjid tersebut.

 

 

Makam yang sekilas tidak ada istimewanya itu justru sebenarnya merupakan sebuah makam yang amat sangat istimewa bagi orang-orang yang mengikuti perkembangan sejarah Aceh dan Indonesia pasca kemerdekaan. Sebuah nama yang kerap disandingkan sebagai pahlawan dan pengkhianat negara melekat erat pada sosok yang jasadnya terbujur disini.

Muhammad Daud Beureueh, seorang gubernur militer pertama yang diangkat dari golongan sipil dan diberikan pangkat mayor jenderal tituler oleh pemerintahan Soekarno pada saat itu. Sejarah mencatat ketika Soekarno datang ke daerah Aceh untuk mengkampanyekan kemerdekaan Indonesia, Daud Beureueh ketika itu termasuk salah seorang yang menyambut sang Presiden dan menjamunya di Hotel Aceh yang terletak di depan Masjid Raya Baiturrahman – Banda Aceh. Dari hasil kunjungan Soekarno ke Aceh dan hasil “merajuk” dengan Daud Beureueh maka Indonesia mendapatkan dua buah pesawat yang dibeli dari uang yang dikumpulkan oleh rakyat Aceh. Kedua pesawat itulah yang dikenal dengan RI-001 Seulawah Agam dan RI-002 Seulawah Inong dan menjadi cikal bakal Garuda Indonesia saat ini. Catatan lain yang sering tercecer adalah komitmen dari Daud Beureueh untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan mengirimkan laskar pejuang ke pertempuran Medan Area.

Sejarah juga mencatat bahwa ketika itu presiden Soekarno mengumbar janji manis untuk memberikan status istimewa kepada Aceh untuk menjalankan syariat Islam sehingga semua hal diatas menjadi mungkin. Pesawat dan pejuang mengalir untuk Indonesia. Sebuah ironi ketika janji tersebut dilanggar dan ditagih tetapi tidak dikabulkan, maka Daud Beureueh mengambil inisiatif untuk naik ke gunung dan berjuang dengan cara militer untuk mendapatkan keinginan rakyat saat itu: daerah dengan syariat Islam yang berlaku di dalamnya. DI/TII Aceh diproklamirkan dan digaungkan ke seluruh dunia.

Julukan pengkhianat negara serta merta disematkan kepadanya. Semua jasa yang pernah ditorehkan serasa hilang seperti embun pagi yang terkena matahari. Jadilah ia seorang pengkhianat dan dikucilkan bahkan lama setelah ia turun gunung. Orde Baru juga mengambil peran dengan asumsi ketakutan akan kekalahan Golkar sebagai motor pemerintah saat itu sehingga memaksa Daud Beureueh untuk ikut ke Jakarta. Ia dikucilkan dari rakyatnya dan dijauhi dari para pengikutnya hingga akhir hayatnya.

Pemakaman seorang gubernur militer dan pejabat negara tak pernah sesunyi seperti ketika pemakaman Daud Beureueh pada tahun 1997. Hanya keluarga dan kerabat dekatnya yang hadir pada saat itu. Mengutip pernyataan R. William Liddle seorang pengamat politik yang hadir pada saat itu,¬†meninggalnya Teungku Abu Daud Beureueh adalah “meninggalnya seorang suami dan ayah yang dicintai, seorang alim yang disegani, dan seorang pemimpin masyarakat sekitar yang dihormati. Tidak lebih dari itu.”

Maka tak salah bila kukatakan bila tempat ini jarang diketahui oleh generasi muda Aceh dan Indonesia saat ini.



 

Sumber:

  1. Wikipedia Indonesia:¬†Daud Beureu’eh
  2. Wikipedia Bahasa Inggris: Daud Bereueh
  3. Media Isnet: Teungku Muhammad Daud Beureueh Bapak Darul Islam dan Bapak Orang-orang Aceh
Foto hasil jepretan sendiri.

Written by syahmins

Oktober 3, 2011 at 15:23