the Journal

Muhammad – Lelaki Penggenggam Hujan

with 2 comments


Awalnya iseng nyari buku di tempat penyewaan novel dan komik langganan. Biasalah… buat bunuh waktu mengisi libur lebaran yang lumayan panjang. Setelah lama menjelajah rak demi rak yang ada maka pilihan terpegang pada dua novel, Ranah 3 Warna dan Muhammad – Lelaki Penggenggam Hujan.

Awalnya gak begitu tertarik sama novel ini, selain nama pengarangnya yang berbau Jepang trus waktu liat foto pengarangnya juga agak aneh dengan kepala botak dan lagi-lagi penampilan ala pelajar Jepang membuat agak ragu untuk mengambil novel yang tebalnya lebih dari 500 halaman ini.

Baca referensi di belakang juga tidak menghilangkan keraguan. Cerita tentang Muhammad bin Abdullah sang Rasul dari tanah Arab. Setelah sekian banyak buku yang nulis tentang Beliau apalagi sih yang bisa didapat dari novel ini, paling juga cuma mengulang hal – hal yang memang sudah banyak diketahui umum. Pikiran itu terus berputar dan berlari keluar masuk bahkan ketika aku membayar biaya sewa novelnya.

Sampai di rumah buku itu juga gak langsung kubaca. Sengaja kusimpan dulu karena minatku yang tidak begitu besar terhadap buku itu. Setelah dua hari dan tidak ada kegiatan lain maka mulailah membaca buku yang tebalnya saingan dengan serial Harry Potter😀

Bab pertama bercerita tentang Kashva, sang Pemindai Surga. Bercerita tentang pencarian yang dilakukannya bersama dengan seorang tua, pelayan di kuil tempat ia tinggal. Pencarian Himada, Astvat-ereta dan Maitreya yang melibatkan ahli agama Zoroaster di Persia, seorang ahli agama Kristen dari Suriah dan ahli agama Budha dari Tibet. Mengkaji banyak ayat dari kitab – kitab suci ketiga agama membuat aku jadi tertarik.

Cerita kemudian diselingi dengan memasuki ranah cerita Muhammad SAW. seorang lelaki yang menerima wahyu di sebuah gua di bukit pinggiran kota Mekah. Cara bercerita yang tidak menggurui dan penuh dengan detail yang tidak bisa (tidak mau?) ditulis oleh penulis lain menjadikan cerita tentang lelaki yang “diganggu” ketika sedang menyepi itu menjadi mengalir. Detail sejarah bercampur dengan percakapan imajiner mengenai bagaimana Muhammad berlari dengan gemetaran – hingga kakinya lecet – dari gua menuju ke rumahnya dan disambut oleh sang istri.

Bagian – bagian selanjutnya berlari kencang, potongan kejadian silih berganti antara kehidupan di tanah arab pada satu sisi dan kejadian di daerah tetangganya – Persia – pada sisi yang lain. Pertempuran antara Kashva dan Mashya saling berebut tempat di alam imajinasi dengan pertempuran Badar dan Uhud yang sedang berlangsung. Kegembiraan karena pertemuan antara Kashva dan kekasih lamanya Astu juga berbagi tempat dengan kegembiraan atas berimannya Umar bin Khattab.

Dengan cara bercerita sebagai orang kedua, novel ini memberikan warna lain untuk mempelajari kehidupan Muhammad bin Abdullah di awal kehidupan kenabiannya. Untuk pemula mungkin ini bisa jadi bacaan yang sedikit berat jika mereka tidak suka untuk mempelajari agama – agama lain yang “dicampur” dengan apik. Sedangkan untuk orang – orang yang sudah pernah baca biografi Muhammad SAW. sebelumnya dalam format yang lebih berat maka kita akan sibuk mencocokkan detail yang sudah kita ketahui sebelumnya dengan novel ini.

Bagaimanapun ini adalah sebuah terobosan baru tentang cara belajar sejarah yang menyenangkan terutama sejarah Islam yang mulai banyak ditinggalkan oleh orang-orang saat ini.

Gambar diambil tanpa izin dari sini.

Written by syahmins

September 12, 2011 pada 09:32

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] tinggalkan komentar » Novel ini menjadi novel utama pilihan untuk menemani libur lebaran yang lalu selain novel Muhammad – Lelaki Penggenggam Hujan yang udah dibahas dipostingan yang lalu. […]

    Ranah 3 Warna « My Journal

    September 21, 2011 at 11:33

  2. […] tinggalkan komentar » Buku ini adalah kelanjutan dari buku pertama yang berjudul Muhammad – Lelaki Penggenggam Hujan yang telah dibahas dipostingan yang ini. […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: