the Journal

Tentang Maaf

leave a comment »


Sudah mulai penuh inbox kalian dengan basa-basi-busuk pra-Ramadhan berupa permintaan maaf?

Untuk yang belum menyampahi kerabat dan kolega dengan broadcasted messages penuh kepalsuan, here’s the thought:

Mengapa tak minta maaf pada orang-orang berbeda agama yang nantinya akan membuat tidur mereka terganggu akibat kesupersibukan masjid dan mushola dinihari?

Mengapa tak minta maaf pada para PSK yang harus menganggur di “bulan suci”?

Mengapa tak minta maaf pada para pemilik warung makan yang dilarang jualan siang-siang?

Mengapa tak minta maaf pada para keluarga miskin yang akan kesulitan makan karena harga-harga melambung tinggi?

Mengapa tak minta maaf pada semua pekerja hiburan malam yang juga menganggur padahal sebagian besar juga ikut Lebaran?

Mengapa tak minta maaf pada orang-orang sakit yang ingin ikut puasa tapi dilarang dokter?

Mengapa tak minta maaf pada anak-anak kecil yang (dipaksa) belajar lapar?

Mengapa tak minta maaf pada para gembel musiman yang berharap rejeki dari orang-orang saleh?

Tapi satu hal yang menghantui saya tiap Ramadhan hanya tinggal di ujung jalan:

Mengapa tak minta maaf pada dirimu sendiri yang menahan napsu seharian hanya untuk melepasliarkannya kembali saat adzan maghrib berkumandang? Dan mengapa harus meminta maaf jika kita sama-sama tau kita akan kembali mengulang kesalahan yang sama?

Marhaban ya Ramadhan, satu bulan paling bermasalah diantara sebelas bulan yang lain.

copas dari status Pito di G+

tambahan:

Mengapa tidak minta maaf kepada para siswa sekolah yang dipaksa libur padahal belajar di bulan puasa adalah rahmat?

Written by syahmins

Juli 27, 2011 pada 10:31

Ditulis dalam Protes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: