the Journal

Balada si Roy: Balada Lama Yang Masih Relevan

leave a comment »


Pernah dengar nama Gola Gong? atau mungkin Balada si Roy?

Remaja yang tumbuh pada tahun 90-an pasti akrab dengan kedua hal di atas. Kisah kehidupan seorang remaja gondrong ini pertama kali diterbitkan oleh majalah Hai. Kisah ini berisikan perjalanan avonturir seorang remaja bandel dari kota Serang – Banten. Remaja yang gelisah dengan berbagai permasalahan yang ada disekitarnya ini kemudian mulai perjalanan back packer menuju ke timur.

Kumpulan kisah ini kemudian dikumpulkan dan dibuat menjadi novel dengan judul “Balada si Roy” yang terdiri dari 10 jilid. Dimulai dengan “Joe” dan ditutup dengan “Epilogi”. Kisah perjalanannya kemudian menginspirasi banyak anak muda di Indonesia untuk memulai “pemberontakan” mereka terhadap sistem yang sudah dianggap baku pada masa itu.

Dari pengaruh yang positif seperti bangkitnya minat anak muda untuk lebih mengenal alam negerinya dan melakukan napak tilas perjalanan si Roy hingga beberapa pengaruh buruk seperti ganja ama nenggak alkohol. Walaupun si pengarang sudah mewanti-wanti bahwa itu adalah tindakan yang salah tapi anak muda tetap memiliki rasa penasaran yang tinggikan?

Dulunya aku telah habis membaca serial ini dari awal sampai akhir😀

Awal minggu ini, aku menjumpai e-book Balada si Roy di dalam timbunan file-file di komputerku. Tanpa banyak basa-basi langsung ku download Microsoft Reader di sini dan mulai membaca. Hari ini sudah mulai memasuki buku keempat yang berjudul “Bad Days”

Dari pengalaman membaca ulang ini aku serasa kembali menemukan beberapa kegilaan masa lalu; berkemah setiap malam minggu dengan beberapa kawan dengan modal makan ubi atau jagung bakar, kemah ke pantai hingga ikut dalam kegiatan pengembaraan ala pramuka selama tiga hari dua malam.

Lalu aku juga menemukan bahwa permasalahan yang diangkat dalam novel ini masih relevan dengan keadaan sekarang. Kegelisahan anak muda yang melihat keadaan sekelilingnya yang gak pernah beres, menjauhnya hubungan orang tua dan anak yang mengakibatkan si anak broken home dan mencari pelarian dengan obat-obatan dan alkohol, serta beberapa isu lainnya.

Menarik juga untuk melahap kumpulan buku ini sampai habis sekali lagi. Walaupun beberapa bagian telah berubah tapi sebagian besar masih tetap sama seperti dulu. Ini mungkin bisa masuk dalam kategori “Novel Sepanjang Masa” di Indonesia.

Written by syahmins

Maret 30, 2011 pada 11:30

Ditulis dalam Bacaan

Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: